Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Syair Agama: Nasihat Kehidupan

Syair Agama adalah syair yang berisi tentang amanat, pesan moral dan nasihat dalam kehidupan. Membuat syair agama disesuaikan dengan ciri-cirinya, salah satunya ialah berakhiran sajak A, A, A, A, dan lainnya. 

Menulis syair agama, dapat memberikan pesan nasihat sebagai pengingat dan membuat pembaca mengambil makna yang tertulis didalam syair, khususnya syair agama. Berikut salah satu contoh syair agama berjudul: Nasihat Kehidupan. Baca juga: Sujud Damai ku
Syair Agama
Judul: "Nasihat Kehidupan"

Bismillah perlu diawali, cara hidup berbudi pekerti. Pentingnya nasihat diri, untuk bekal kemudian hari. Jangan suburkan penyakit hati, jalan setan jatuhkan diri. Kisah hidup yang tak berbudi, menebar kejahatan di sana sini. 

Duduk sopan sambil bersila, utak atik libatkan semua. Itulah tanda orang yang gila, seperti tersirat dalam firmanNya. Ayunkan tangan langkahkan kaki, tak pernah pikirkan diri. Tuhan akan melaknat hati, semakin menutup amalan diri. 

Hidup harus berbudi pekerti, janganlah jahat semau diri. Sakit tak pernah mengerti, saat tua sesalkan diri. Air mata takkan berarti, menahan rasa di sanubariJangan lupa harus berbaktiKedua orang tua disayangi. 

Mata hati terasa buta, tanda Tuhan semakin murka. Sepenggal cerita dalam kisahNya, hilang arah tiada guna. Hidup di dunia sementara, kain kafan putih warnanya. Tak ada firman tersirat di dada, hanya dunia pikiran semata. 

Baca buku janganlah lupa, berisi catatan penuh makna. Menebar kejahatan sudah biasa, murka datang jiwa meronta. Hidup linglung pikiran merana, mulai mengadu pada Tuhannya. Kemana saja masa mudanya, tersadar diri karena murkanya. 

Patah tumbuh hilang berganti, tabur tuai pasti terjadi. Jangan melawan kuasa Ilahi, tidak satupun yang menandingi. Sekali-kali renungi diri, apa tujuan hidup di bumi. Jika hidup selalu menyakiti, penyesalan diri tiada berarti. 

Kitab dan sunnah jangan tutupi, bukaklah dengan hati nurani. Itulah bekal bagi diri, penolong yang kekal abadi. Ingat-ingat nasihat diri, jangan remehkan kuasa Ilahi. Tak ada satupun penolong diri, Kecuali iman di dalam hati.