Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Peran Imunisasi Melawan Pandemi Untuk Indonesia Sehat

Peran Imunisasi Melawan Pandemi Untuk Indonesia Sehat". Mengangkat tema: "Sehatkan Keluarga Lewati Pandemi dengan Imunisasi Lengkap". 

Peran dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yaitu perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan dalam masyarakat. Peran dilakukan sebagai tugas dan tanggung jawab. Peran sesuai amanah untuk menjalankan kewajiban yang telah diberikan. Dalam menjalankan peran perlu menyesuaikan supaya tidak terabaikan.

Imunisasi adalah upaya menyelamatkan dan memberikan bantuan kesehatan pada anak-anak dan masyarakat. Melalui vaksin salah satu cara meningkatkan kekebalan tubuh agar terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur. Diketahui penyakit tergolong menular dan tidak menular maka perlu upaya untuk pencegahan baik secara individu dan mengikuti petunjuk tenaga kesehatan.
Melawan ialah tindakan dalam mempertahankan dan untuk mencegah agar tidak terjadi sesuatu yang merugikan, terutama dalam menangani virus, bakteri dan jamur di dalam tubuh. Sebagai bentuk perlawanan untuk menyelamatkan diri agar tidak terkena atau tertular suatu penyakit.

Pandemi adalah suatu keadaan atau kondisi penyakit yang telah menyebar di berbagai wilayah secara luas. Masa Pandemi mengharuskan masyarakat untuk mengurangi mobilitas umum, agar mengurangi resiko tertular penyakit disebabkan COVID-19. Mengikuti petunjuk yang di sampaikan Kementerian Kesehatan akan bermanfaat pada masyarakat. 

Indonesia Sehat merupakan harapan bagi  semua masyarakat Indonesia. Melalui tajuk sehatkan keluarga lewati Pandemi dengan imunisasi lengkap diharapakan dapat terlaksana dengan lancar. Penyakit sangat rentan dialami terutama anak-anak dan lansia. Setelah vaksin diterapkan kepada masyarakat, pentingnya peran imunisasi untuk kesehatan dikalangan anak-anak. 

Menyehatkan masyarakat adalah suatu program atau tindakan terpuji dalam menyelamatkan masyarakat dari bahaya penyakit, dilakukan oleh suatu kelompok atau instansi yang berwenang. Masyarakat sehat adalah harapan dan tujuan. Menyehatkan masyarakat yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI adalah kewajiban dan mensosialisasikan gerakan hidup sehat untuk mengingatkan agar tidak ceroboh pada suatu penyakit di tengah Pandemi.

Maksud dari judul artikel, membahas upaya atau langkah-langkah dalam imunisasi yang perlu dilakukan masyarakat dan mendengarkan informasi mengenai kesehatan masyarakat di Indonesia. Supaya masyarakat dapat menerapkan dan mengikuti berbagai penyuluhan untuk kesehatan pada lingkup anak-anak sampai lansia.

Peran Imunisasi Melawan Pandemi Untuk Indonesia Sehat

Sejak Pandemi melanda Indonesia, diberitakan berbagai korban jiwa meninggal disebabkan oleh COVID-19, dengan penyakit bawaan.
Sebagai sampel data yang telah diterbitkan pada 21 Oktober 2020 dan 5 maret 2022. Mengalami jumlah kesembuhan yang meningkat. Dilansir dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id (16/4/2022), yaitu:

"Pasien konfirmasi positif COVID-19 dengan komorbid atau penyakit bawaan menjadi kelompok yang rentan. Bahkan komorbid menjadi penyebab terbanyak kematian pasien COVID-19 di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur dr. Herlin Ferliana, M.Kes menjelaskan berdasarkan Analisa di Provinsi Jawa Timur sebanyak 95% pasien positif COVID-19 meninggal karena komorbid. Jenis penyakit bawaan di antaranya penyakit paru-paru dan jantung".

Kemudian, masih mengutip pada sumber yang sama dari sehatnegeriku.kemkes.go.id (16/4/2022), sebagai perbandingan yang menerangkan bahwa:

"Hari ini, angka kesembuhan COVID-19 kembali menunjukkan tren kenaikan. Data Kemenkes menunjukkan angka kesembuhan mencapai 46.669, lebih tinggi dari kemarin (4/3) yang di 40.462. Angka kesembuhan hari ini juga lebih tinggi dari kasus konfirmasi yang hari ini berada di posisi 30.156.

Sementara itu, kasus aktif juga mengalami penurunan secara konsisten dan hari ini menyentuh 500.418, atau turun sebesar 16.835 kasus aktif dibanding kemarin (4/3) yang tercatat di angka 517.253. Sementara itu, angka keterisian tempat tidur di rumah sakit juga masih bertahan di posisi 31% dari kapasitas nasional, sama seperti kemarin".


Sehingga, dari data perbandingan tahun 2020-2022, sudah banyak masyarakat sehat karena upaya mengikuti anjuran pemerintah dan mengikuti gerakan masyarakat hidup sehat yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Artinya upaya yang dilakukan telah mencapai target penangan dan terus dilakukan langkah-langkah efektif agar dapat menyehatkan masyarakat Indonesia. 

Hidup sehat adalah keinginan setiap orang. Dalam lomba blog, menarik dibahas sebagai sarana menambah pengetahuan bersama, mengenai strategi Kementerian Kesehatan RI dalam melawan Pandemi agar masyarakat Indonesia sehat. Pemahaman mengenai kesehatan mudah didapatkan, dengan mengikuti kegiatan baik secara langsung maupun sistem daring. 

Tujuannya untuk mengetahui upaya Kementerian Kesehatan RI dalam melawan Pandemi dan menyehatkan masyarakat Indonesia. Nah, melihat kesehatan masyarakat perlahan terus meningkat, ternyata ada upaya Kementerian Kesehatan RI dalam mengatasi Pandemi bagi masyarakat di Indonesia. Apa saja upaya tersebut?   

Kementerian Kesehatan telah menerapkan Protokol Kesehatan 5 M. Cara tersebut memberikan dampak baik dan signifikan dalam melawan penyebaran COVID-19, sejak awal melanda Indonesia. Protokol Kesehatan tersebut ialah:

1. Cuci Tangan

Mencuci tangan sangat efektif untuk mencegah penularan COVID-19. Mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir dapat meminimalisir menghilangkan kuman ditangan.  Sesering mungkin melakukan cuci tangan agar tidak tertular COVID-19. Sebelum makan, setelah beraktivitas diluar ruangan dan lainnya. 

Namun, untuk lebih praktis bisa juga menggunakan produk pembersih tangan yang memiliki kadar 70 persen alkohol. Kini, telah banyak produk antiseptik khas Indonesia yang bisa digunakan sebagai pengganti mencuci tangan agar bersih dan bebas segala bakteri. 

2. Memakai Masker

Awal pandemi melanda di dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa penggunaan masker hanya dilakukan untuk orang-orang yang terserang penyakit, bukan orang yang sehat saja. Namun, Pandemi belum juga usai dan mengkhawatirkan penularan pada masyarakat. Sehingga menggunakan masker  dilakukan di semua kalangan masyarakat di Indonesia. 

Masker dapat menghindari polusi udara merasuk ke dalam badan. Menggunakan masker dapat terhindar dari debu dan polusi yang membuat sesak nafas, batuk dan bersin. Menggunakan masker adalah anjuran terbaik, apalagi virus corona mulai jadi-jadian. Berbagai varian baru yang menurut informasinya, ganas dan mematikan. Mendengar jika ada virus ganas sungguh mengerikan. 

3. Menjaga Jarak

Pentingnya menjaga jarak saat beraktivitas di luar ruangan agar virus tidak menular. Hal itu, sesuai keputusan Menteri Kesehatan RI bahwa pentingnya menerapkan protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum sebagai cara untuk mencegah dan mengendalikan COVID-19 di Indonesia. 

Menjaga jarak 1 meter guna mencegah paparan ketika orang lain batuk, bersin, atau saat bicara. Sebab, dari hawa yang keluar dari mulut dan ketika bersin, menaburkan virus yang berhamburan. Apalagi jika seseorang memiliki penyakit bawaan akan menular dan hawa dari mulut, terkadang membuat tidak nyaman. 

4. Menjauhi Kerumunan

Protokol kesehatan menjauhi kerumunan saat berada di luar rumah. Sebab, dapat memicu terinfeksi virus corona. Virus dan bakteri menular dengan mudah saat tidak menjaga diri dari kerumunan. Saling menyentuh barang seperti gawai, dan lainnya. Bisa menularkan virus. Itulah pentingnya Protokol kesehatan dari Kementrian Kesehatan untuk tidak berkerumun karena itu membahayakan pada kesehatan. 

5. Mengurangi Mobilitas

Kementrian Kesehatan menganjurkan masyarakat untuk tidak berpergian keluar rumah jika tidak perlu dan mendesak, sebaiknya tetaplah berada di rumah bersama keluarga dan orang terkasih. Virus bisa menular lewat udara, saat pulang ke rumah bisa saja membawa virus yang menempel di pakaian. 

Penyebaran virus COVID-19 yang diberitakan, juga menyasarkan ke semua kalangan. Kementrian Kesehatan memberikan informasi langsung mengenai jumlah pasien yang terpapar virus, bahkan dilakukan pemetaan wilayah untuk menanganinya. Masyarakat Indonesia diberikan himbauan agar waspada dan mematuhi Protokol kesehatan yang telah dianjurkan sampai COVID-19 berhasil di taklukan.

Selain itu, jika ceroboh dan abai maka jumlah penderita terkena Virus COVID-19 kemungkinan  akan meningkat dan membahayakan. Virus COVID-19, bisa menular jika tidak melaksanakan perintah sebagai anjuran yang baik untuk melawan virus di tengah Pandemi. 

Program tersebut, memberikan dampak baik terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia. Jika sering cuci tangan dengan air salah satu cara menghilangkan kuman dan bakteri di tangan. Hal itu, penting dilakukan karena menjaga hidup sehat dimulai dari yang terkecil. Sebab, menjaga kebersihan adalah bagian dari Iman.

Tangan seringkali menggenggam, berbagai benda dan lainnya. Jika tidak dicuci, menyentuh makanan membuat virus mudah merasuk kedalam jiwa. Kata dokter yang sering terdengar bahwa, lebih baik mencegah dari pada mengobati. Jika sudah terkena membuat badan terasa lemas, karena penyakit yang disebabkan oleh virus. 

Mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, salah satu poin pada protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Dengan mencuci tangan dapat menghilangkan bakteri tak kasat mata yang bersarang di telapak tangan. Menerapkan protokol kesehatan 5 M sejak awal Pandemi, memberikan dampak dalam melawan COVID-19. 

Sosialisasi upaya hidup sehat digerakkan dengan tidak lupa menjaga pola makan dan tidur, mengkonsumsi makanan sehat dan rutin berolahraga. Supaya tubuh tidak mudah terserang penyakit. Hidup sehat perlu kesadaran diri, menerapkan sesuai anjuran dan tetap waspada dengan penyebaran COVID-19. 

Kemudian, langkah selanjutnya ialah pemberian vaksin secara masal di masyarakat telah dilakukan. Tujuannya agar meningkatkan kekebalan tubuh dan tidak mudah terkena penyakit. Sejak mendapatkan vaksin dari Kementerian Kesehatan RI, kesehatan masyarakat terus meningkat. Vaksin gratis dibagikan ke lapisan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia sehat. 
Meningkatnya kesehatan di masyarakat dan penurunan kasus COVID-19, membuktikan upaya penanganan yang efektif. Sehingga tahapan selanjutnya ialah pemulihan agar masyarakat sehat di tengah Pandemi. Salah satu langkah dari Kementerian Kesehatan RI ialah program imunisasi, sebagai wujud gerakan masyarakat hidup sehat. 

Sehat Kini dan Nanti Bersama Kita Imunisasi

Pekan Imunisasi Dunia 16-22 April 2022 merupakan implementasi program kesehatan untuk mendorong pentingnya imunisasi di masyarakat. Perlunya menyebarkan informasi mengenai imunisasi kepada masyarakat agar mengingatkan, bahwa menjaga hidup sehat melalui imunisasi merupakan hal penting untuk dilakukan. 

Peran imunisasi untuk memberikan perlindungan, agar anak-anak tidak mudah terkena penyakit. Melalui program tersebut dapat meningkatkan kesadaran bahwa imunisasi berpengaruh terhadap kekebalan tubuh. Dikutip dari laman https://promkes.kemkes.go.id (16-4-2022), 

"Tujuan imunisasi adalah agar mendapatkan imunitas atau kekebalan anak secara individu dan era dikasi atau pembasmian sesuatu penyakit dari penduduk sesuatu daerah atau negeri. Sedikitnya 70% dari penduduk suatu daerah atau negeri harus mendapatkan imunisasi".

Pencegahan penyakit dari luar dan dalam tubuh dilakukan agar Indonesia sehat. Berpartisipasi dalam mengenalkan istilah rutinisasi imunisasi lengkap secara dasar. Kegiatan Pekan Imunisasi Dunia dilaksanakan lebih dari 180 Negara yang tergabung dalam anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sebagai tindakan kolektif yang diperlukan sebagai cara mencegah penyakit agar setiap orang terlindungi melalui imunisasi. 

Mencegah penyakit COVID-19, dapat dilakukan dari luar dan dalam tubuh. Misalnya pencegahan dari luar badan menerapkan Protokol Kesehata 5 M. Selain itu, pencegahan dari dalam ialah mengikuti vaksin dan imunisasi. Kemudian mengkonsumsi makanan sehat dan vitamin. Mengkonsumsi minuman sehat atau ramuan jamu tradisional khas Indonesia. 

Ramuan tradisional terbuat dari bahan rempah alami Indonesia. Telah dipercaya sebagai obat warisan leluhur. Cara tersebut juga di anjurkan oleh Kementrian Kesehatan RI kepada masyarakat. Jika masyarakat sehat adalah tujuan utama. Maka dengan mengkonsumsi jamu baik untuk kesehatan. 

Kini jamu tradisional mudah didapatkan. Produk jamu khas Indonesia telah banyak dikembangkan untuk masyarakat. Kemudian, bisa juga membuat jamu di rumah, menggunakan rempah-rempah di dapur. Sejak Pandemi, dukungan dari Kementerian Kesehatan untuk minum jamu juga dilakukan. Sehingga masyarakat banyak membuat minuman sehat di rumah. 

Manfaat Imunisasi Program Kementerian Kesehatan RI

Melawan penyakit perlu adanya pencegahan dari luar dan dalam tubuh. Terdapat program pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI, yang kian digalakkan dalam sosialisasi, mengenai hidup sehat agar tidak mudah terpapar COVID-19. Salah satunya mengharuskan masyarakat untuk imunisasi agar buah hati sehat. 

Apa Manfaat Imunisasi? 
Mengatasi kesehatan pada anak, tidak mudah terkena penyakit, tumbuh sehat dan cerdas. 

Melalui imunisasi dapat terwujudnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi rutin secara lengkap sebagai dasar guna mewujudkan derajat kesehatan di Indonesia. Pentingnya imunisasi memberikan pemahaman dan upaya agar anak tidak mudah tertular suatu penyakit. 

Pelaksanaan imunisasi di Indonesia sebagai kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti program Kementerian Kesehatan RI bagi kesehatan masyarakat. Pandemi melanda Indonesia memberikan dampak di segala sektor. Namun, menjaga kesehatan dan saling mengingatkan akan pentingnya hidup sehat agar terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan yang merata. 

Imunisasi memang tidak asing di masyarakat dan tidak dapat disepelekan. Sebagai langkah penting yang berpengaruh untuk meningkatkan kekebalan tubuh bagi buah hati. Anak-anak yang sehat adalah keinginan setiap orang tua. Maka melalui imunisasi sebagai dasar dalam mencegah agar tidak mudah terserang penyakit. 
Untuk mendapatkan imunisasi dengan mengikuti petunjuk dan tata tertib pelaksanaannya. 

Imunisasi biasanya dilakukan di Balai Desa pada kegiatan posyandu. Kegiatan tersebut sangat efektif untuk menangani kesehatan anak agar tumbuh sehat dan cerdas. Mengikuti imunisasi di Posyandu terdekat dapat dilakukan secara rutin. Sehingga peran pemerintah daerah, tokoh dan aparat desa diharapakan bersinergi dalam mendukung program imunisasi agar lancar dan berkelanjutan. 

Indonesia cerdas karena masyarakatnya sehat. Menjaga kesehatan berdampak pada diri sendiri. Menerapkan dan mengajarkan pola hidup sehat pada anak dan melakukan imunisasi akan berdampak baik bagi generasi Indonesia. Rutin melaksanakan imunisasi agar buah hati sehat dan kuat. Anjuran imunisasi sangat baik oleh Kementerian Kesehatan RI, anak tidak mudah terserang penyakit dan sebagai pelindung untuk daya tahan tubuh. 

Anak-anak rentan terhadap penyakit. Dimasa pertumbuhan perlu asupan dan gizi seimbang. Selain itu, mengikuti imunisasi dan tetap memperhatikan tumbuh kembang anak. Virus dan bakteri akan mudah menyerang tubuh anak, jika tidak dilakukan penanganan sebagai upaya untuk pencegahan. 

Kondisi tubuh mempengaruhi segala aktivitas. Hidup sehat adalah keinginan setiap orang. Sehat dapat dimulai dari rutin olahraga, pola makan dan istirahat yang cukup. Selain itu, menjaga kebersihan dan mengkonsumsi makanan sehat. Untuk anak-anak jangan lupa untuk imunisasi. Mari sehatkan keluarga lewati
Pandemi dengan imunisasi lengkap. 

Dengan demikian, upaya meningkatkan kesehatan melawan Pandemi, memberikan dampak terhadap penurunan kasus COVID-19 di Indonesia. Sehingga peran imunisasi melawan Pandemi menjadi langkah tepat untuk terus dilakukan, guna melawan COVID-19 dan meningkatkan kesembuhan secara terus-menerus. 

Bantuan dan kerjasama para dokter, perawat dan tim medis yang tidak kenal lelah memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. Sebagai tanggung jawab dan amanah sesuai petunjuk pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dalam mengatasi pasien yang terpapar COVID-19 dan peduli terhadap Kesehatan masyarakat di Indonesia.