Pengertian Pribahasa Lampung: Contoh, Arti, dan Maknanya

Hasbundoya.com - Masyarakat Lampung memiliki budaya dan adat istiadat yang unik misalnya kesenian, upacara adat, pakaian adat, dan puisi lama seperti Pribahasa Lampung. Budaya Lampung terus dilestarikan dari generasi kegenerasi hingga saat ini.

Pribahasa Lampung merupakan puisi lama ulun lampung yang dikenal dengan istilah  segata, yang hampir sama dengan sasikun.
Pembahasan mengenai Budaya kali ini ialah Pribahasa Lampung meliputi Pengertian Pribahasa Lampung, Contoh Pribahasa Lampung, berikut arti dan maknanya.

Pengertian Pribahasa Lampung

Pribahasa Lampung adalah Kalimat ringkas yang padat, berisi berbagai macam nasehat, perbandingan dan perumpamaan sebagai prinsip hidup yang dikemas dalam Bahasa Lampung. Pribahasa Lampung sama halnya dengan pribahasa pada umumnya yang memiliki arti kias khusus, namun perbedaanya dari segi bahasa.

Pribahasa Lampung juga menggunakan tatanan bahasa baku yang jelas berbeda dengan penggunaan bahasa pada pantun nasehat, pantun jenaka, pantun cinta, dan sebagainya. Seiring perkembangan zaman dan masa modern pergesaran budaya pun kian memudar. Inilah tantangan masyarakat agar tetap melestarikannya.

Contoh Pribahasaa Lampung Dialek A dan O: Arti dan Maknanya

Pribahasa Lampung dialek A dan O memilii perbedaan dari segi kosa kata. Tapi keduanya memiliki Pribahasa sesuai dialek yang arti dan maknanya sama. Penggunaan Pribahasa Lampung dalam kehidupan sehari-hari memang terdengar unik, diatambah dengan dialek A dan O.

Seperti apa contoh Pribahasa Lampung? Bagaimana penggunaan Pribahasa Lampung itu? Salah satu cara memaknai Pribahasa Lampung ialah dengan mengerti Bahasanya. Untuk lebih jelas, simak contoh Pribahasa Lampung dialek A dan O beserta arti dan maknanya berikut ini:
(Baca juga: 5 Perbedaan Masyarakat Lampung Sai Batin dan Pepadun)

 5 Pribahasa Lampung Dialek A:

1. Nginjan way bakai liyung, artinya: (Mengambil air pakai sejenis bakul anyaman rotan), Maknanya: pekerjaan yang sia-sia.

2. Mena miang jak bajang, artinya:(duluan tua dari pada muda), Maknanya: masih kecil tapi perangai seperti orang sudah dewasa.

3. Lain sai bulayar lain sai mabuk, artinya: (Lain yang berlatar lain pula yang repot), Maknanya: Orang lain yang menjalankannya , tapi malah dia yang sibuk ngurusin orang.

4. Culuk culuk tikus, keriloh keriloh tikus. Artinya: (Tanga tangan tikus, Prilaku prilaku tikus), Maknanya: Tangan dan perangai tidak baik persis dengan tukang curi.

5. Mesakik yagi sanak, butuah turun tuha. Artinya: (Susah dari kecil, beruntung pas dewasa), Maknanya: sejak kecil hidup sudah, setelah dewasa jadi sukses.

5 Pribahasa Lampung Dialek O:

6. Akik pakkal no mak mettegh,
Artinya: (Pangkal buahnya nya aja belum matang), Maknanya: anak yang tua saja belum berhasil, apalagi yang bungsu.

7. Nungguk apui lem taneh, pagun kenahhan asek, Artinya: (Hidupkan api dalam tanah, masih terlihat asap),
Makna : sedalam apapun menyimpan rahasia, pasti akan tercium juga.

8. Gelik wai gelik asahan, sekin mak munih tajem, Artinya: (Habis air habis asahan, pisau tak juga tajam),
Maknanya: Habis semua usaha tetapi sia-sia.

9. Kacak matei mandei ghah, jak ughik keno jajah, Artinya: (lebih baik mati mandi darah, dari hidup yang terjajah), Maknanya: Tidak mau hidup dibawah belenggu orang lain.

10. Mak pateh lamun lemeh, mak pegat lamun kendur, Artinya: (Tak akan patah jika lemah, tak akan putus jika kendur), Maknanya: jangan mengumbar keberanian, suatu saat bertemu dengan yang lebih dari kita.

Adanya 2 dialek bahasa yang digunakan masyarakat lampung dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk dalam penggunaan pribahasa yang sangat beragam dari kedua dialeknya, yang jelas keduanya punya ciri khas masing-masing.

Itulah 5 contoh masing-masing pribahasa lampung dialek A dan O. Pribahasa lampung tersebut tak ubahnya seperti pribahasa lainnya yang beriisi nasihat untuk orang lain. Pribahasa lampung memang selalu muncul apabila terjadi sesuatu hal yang dilakukan seseorang, sehingga akan muncul istilah-istilah sebagai perumpamaanya.

Demikian 5 contoh pribahasa lampung diatas dari masing-masing dialek. Sebenarnya masih banyak kalimat pribahasa dalam bahasa lampung. Ke lima pribahasa diatas hanya sebagai contoh agar bisa menjadi rujukan anda dalam memahami budaya lampung atau keperluan tugas studi lainnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel