Kantor Bahasa Lampung Kembali Menggelar Pekan Bahasa dan Sastra 2018

Hasbundoya.com - Halo sahabat blogger dimanapun berada, kali ini saya akan bercerita terkait pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya saat mengikuti pekan bahasa dan sastra 2018, Mengangkat tema "Merekat Kebhinekaan Dengan Bahasa dan Sastra".

Kegiatan ini merupakan sebuah program atau kantor bahasa Provinsi Lampung yang dilakukan setiap tahunnya. Berbagai lomba pun dilaksanakan mulai dari tingkat pelajar, pemuda-pemudi, para guru, dan kalangan umum.

Untuk lomba yang saya ikuti yaitu lomba pembawa acara yang telah diikuti oleh perwakilan instansi di provinsi Lampung baik itu pemerintahan dan swasta. Tak heran peserta yang tampil para pekerja MC handal se-lampung.

Saya mewakili instansi di tempat saya bekerja yakni stasiun televisi Radar Lampung TV bersama 4 rekan saya. Namun satu rekan kami diutus mewakili kabupaten di daerahnya karena beliau juga bekerja sebagai protokol bupati.

Mengikuti kegiatan lomba pembawa acara yang diselenggarakan oleh kantor bahasa selalu menjadi momok yang menakutkan bagi kami. Ini dikarenakan pihak bahasa selalu jeli memberikan penilaian.

Beberapa hal yang dinilai juri meliputi teknik pengucapan dalam kalimat Bahasa Indonesia yang baik dan benar, intonasi, vokal, penekanan suara dan juga penampilan. itulah kriteria penilaian yang akan diberikan.
Kebetulan saya mendapatkan nomor urut 21. Menurut saya nomir ini sangat beruntung. Sebab, angka 21 ini adalah tanggal kelahiran saya. Untuk nomor urut dimulai dari 18 19 20 adalah rekan saya sebagai perwakilan dari instansi Radar Lampung TV.

Kami berjuang untuk memperebutkan gelar masing-masing. Sebab, terdapat kategori 5 juara yakni juara kategori Putra 1, 2, 3, 4, dan 5. Kami berpikir Apakah penjurian nanti akan diambil juaranya dari setiap instansi saja ataukah ada juara di pada instansi yang benar-benar pesertanya bagus akan mendapatkan juara yang sama.

Setelah pengumuman tiba ternyata juara 1 juara 2 dan juara 4 di raih oleh peserta perwakilan Radar Lampung TV dengan nomor urut yang disebutkan. Kami pun maju dengan penuh rasa gembira dan sukacita.

Kami langsung menerima hadiah berupa tropi, uang tunai, dan juga sertifikat di hadapan seluruh peserta lomba. Rasanya lega perjuangan sehari terbayarkan dengan menjadi juara.

Senang rasanya, selain lomba kami juga mendapatkan pembekalan terlebih dahulu tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik cara pengucapan di saat membawakan sebuah acara sebelum pemenang diumumkan.

Nah ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi saya agar mendapatkan materi khusus tentang membawakan acara dengan kaidah penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai pada kaidah aturannya.

Ini merupakan sebuah pembelajaran bagi saya dan rekan-rekan untuk bisa memahami kalimat-kalimat yang harus dipakai ataupun yang tidak perlu dipakai saat membawakan acara.

Pada prinsipnya adalah terus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan tempat dan kondisinya. Sebagai bentuk pelestarian bahasa indonesia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel