Tips Membawakan Acara (MC) Sesuai Aturan Kebahasaan

Hasbundoya.com - Menjadi pembawa acara yang baik harus sesuai dengan kaidah kebahasaan yang benar dan tepat. Kebanyakan saat membawakan acara, para pemandu tidak memperhatikan seperti apa kaliamat yang tepat dipakai atau yang tidak perlu.

Perhatikan disaat pihak kantor bahasa membuat kegiatan perlombaan pembawa acara banyak yang gagal. Ini dikarenakan tidak memahami aturan kebahasaan yang tepat, sehingha terbiasa dengan kalimat yang rancu.
Jika biasanya anda sering membawakan acara namun, bingung untuk membuat susunan tata bahasa yang baik dan benar agar tepat pada penggunaaanya. Diketahui bahasa indonesia yang baik dan benar saat ini sudah mulai terabaikan. 

Tak banyak kalangan pembawa acara menggunakan kaidah kebahasaan yang tepat karena tidak memahaminya sejak awal. Ingat, berkomunikasi dengan bahasa indonesia yang baik dan benar adalah berkomunikasi sesuai dengan lawan bicara dan sesuai pada tempatnya. 

Berikut kami informasikan hal-hal yang harus di hindari saat membawakan acara, agar sesuai dengan kaidah penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar. Berikut informasinya untuk anda: 

Tips Membawakan Acara (MC) Sesuai Aturan Kebahasaan dan kesalahan Bahasa yang harus dihindari oleh Pembawa Acara


1. Sempat jadi perdebatan apakah yang harus digunakan antara kalimat "Disilakn atau Dipersilahkan". Baik, lihat penjelasaanya. Untuk masalah penggunaan kata kepada orang yang di akan kita berikan kesempatan yakni dengan kalimat disilakan atau dipersilahkan, maka sebaiknya menggunakan kalimat "Dipersilahkan" bukan "Disilakan".

Kalimat disilakan ini memiliki makna bersila seperti pada kerajaan pada zaman dahulu yang selalu membgunakan kalimat ini. Jika dipersilahkan, ini lebih merujuk kepada orang yang kita berikan kesempatan yakni mempersilahkan. Contoh: Prof. Dr. Hasbundoya, M.Ag dipersilahkan.

2. Penggunaa kalimat "Kepada". Ini juga harus anda perhatikan, kebanyak pembawa acara menggunakan kalimta "kepada bapak menteri pendidikan dipersilahkan".

Sebaiknya itu tak perlu dipakai. Langsung saja misalnyan "Sambutan Gubernur lampung, Bpk. M. Ridho Ficardo, S.Pi. M.Si Di persilahkan. Jadi, tak perlu lagi mengunakan kalimat "Kepada".

Ini dikarenakan penggunaan "Kepada" yang tepat adalah di saat akan memberikan suatu penghargaan. Contoh: "Kepada menteri pendidikan dan kebudayaan RI diberikan penghargaan..." jadi seperti itu dalam penggunannya yang tepat.

3. Kalau sudah menyapa "bapak" itu di khusus kan untuk orang biasa atau khusus orang tertentu saja. Tapi, disaat membawakan acara untuk penyebutan saat anda akan menghormati maka:
"Yang Terhormat Prof. Dr. Hasbun Doya. M.Ag. Di silahkan".

Penjelasanya: jika seorang tersebut memiliki title awal pada namanya seperti Prof, Dr, Ir, Drs, Dra, H, Hj. Maka tak perlu menyebutkan kata "Bapak/Ibu". Akan tetapi jika seorang tersebut tidak memiliki title pada awal namanya namun memiliki titel di ujung nanam. Contoh Hasbun Doya, M.Ag. maka anda wajib mengucapkanya dengan "Bapak/Ibu" beserta title yang ada di ujung nama.

Jadi, Sebaikanya kalau gelarnya diujung contoh hasbundoya, s.sos pakai ucapkan kata "bapak". Tapi kalau titel nya dri depan. Maka sebut saja langsung tanpa menyebut kata "Bapak maupun ibu".

4. kemudiaan jika narasumber atau tamu kehormatan memiliki title yang linier tak perlu dinsebutkan semuanya, cukup sebutkan Magisternya saja. Contoh: Hasbun Doya, S.Sos, M.Sos. maka sebutkan saja Hasbun Doya, M.Sos. baik dalam penghormatan maupun saat mempersilahkan nya untuk sambutan.

5. Kesalahan yang sering dilakukan oleh pembawa acara yakni Menyebutkan susunan acara. Sebenarnya ini tak perlu anda lakukan. Artinya langsung mulai acara dan ikuti tahapannya secara langsung. jadi, hindarkan membaca " Baik, Hadirin yang berbahagia, Susunan acara pada hari ini: 1. Pembukaan, 2. Sambutan....penutup. (Tidak perlu).

6. Hindari peyebutan acara yang pertama, kedua ,dan seterusnya. ini sangat tidak bolah. Selain itu, jangan menggunakan kalimat, "Menginjak acara selanjutnya" hilangkan. Langsung saja sebutkan "Acara selanjutnya...." Seperti itu, yang jarus dihilangkan.

7. Jangan pakai bahasa atau istilah-istilah asing. Ini sangat bertentangan dengan Uud No.24 tahun 2009. Ingat, ini bahasa indonesia yang baik dan benar saat membawakan acara sesuai aturan yang diterapkan kantor bahasa tak perlu mencampur adukan bahasa indonesia dengan bahasa asing. Walapun anda sangat pintar berkomunkasi dengan bahasa asing. Jadi, itu juga harus anda hindari.

8. Menyapa pejabat atau narasumber tidak boleh salah. Baik mengucapkan nama, dan title. Ini sangat fatal. Itulah kenapa menjadi pembawa acara harus mempersiapkannya lebih awal sebelum acara dimulai. Kenali terlebih dahulu pejabat yang datang beserta nama dan gelarnya secara lengkap.

9. Untuk penggunaan kalimat "Yang Terhormat". Ini berlaku hanya untuk 1 kali saja untuk jabatan tertinggi yang hadir pada acara tersebut. Selain itu gunakan kalimat "Yang kami hormati".

10. Hindari menggunakan kalimat yang berlebihan. Contoh "Bapak Hasbun Doya, M.Ag disilahkan untuk naik ke atas panggung". Lihat kalimatnya samgat janggal. Padahal dengan "Disilahkan" itu sudah menunjukan naik ke panggung. Tinggal sebutka saja bapak... Disilahkan. Itu saja sudah cukup.

11. Mempersilahkan pada saat akan berdoa. Posisi yang seharunya yakni duduk bukan berdiri. Sering terjadi seorang pembawa acara saat mempersilahkan berdoa mengucapkan kalimat "Hadirin dipersilahkan berdiri".

Ingat, saat posisi berdiri ini digunakan saat akan menyanyikan lagu kebangsaan, baru audiens wanib berdiri tapi untuk berdoa harus posisi duduk.

12. Penggunaan kalimat "Hadirin dimohon untuk duduk kembali" ini salah. Maka yang benar adalah "Hadirin dipersilahkan duduk kembali". Jadi, ini yang harus anda ubah agar penggunaanya bahasa indonesianyang baik dan benar menjadi terbiasa.

Kemudian saat akan menyuruh audiens berdiri, hindari kalimat "Hadirin dimohonkan untuk berdiri, ini juga salah. Langsung saja "Hadirin dipersilahkan berdiri". Jadi hilangkan kata "Dimohon". Apa yang mau dimohon?, Wajib anda ganti dengan kalimatn "Dipersilahkan". Itu yang benar dan tepat.

13. Sapaan yang dobel juga harus di hindari. Contoh "Bapak ust. Hasbun Doya disilahkan menuju tempat yang sudah disiapkan". Sebaiknya ucapkan "Bapak saja atau Ust". Dan hilangkan kalimat "Menuju tempat yang sudah disiapkan". Ingat, cukup dengan "Dipersilahkan".

14. Hindari saat pejabat akan membuka acara menggunakan gong. Contoh kalimat yang harus dihindari "Ditandai dengan Pemukulan Gong", lihat ada yang salah. Cukup gunakan. "Pemukulan gong menandakan sudah dibuka secara resmi. Langsung begitu saja yang benar "

Itulah poin-poin yang harus anda perhatikan saat akan menjadi pembawa acara yang baik sesuai dengan aturan kebahasaan. Ini bertujuan agar penggunakan bahasa indonesia yang tepat
Mengingat di zaman skearang ini bahasa indonesia yang baik dan benar sudah mulai tersingkirkan.

Semoga pemahaman diatas dapat bermanfaat bagi anda saat akan mengikuti pekan bahasa atau persiapan mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh kantor bahasa.

Diharapkan informasi tesebut dapat memberikan pemahaman terkait seperti apakah kalimat yang mesti diucapkan atau yang harus dihindarkan baik berpidato maupun membawakan acara. Terimaksih, selamat mencoba.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel