Panduan Membawakan Acara (MC) Sesuai Aturan Kebahasaan

Menjadi pembawa acara alangkah baiknya jika menggunakan kaidah kebahasaan yang baik. Tips membawakan acara ini bertujuan agar dapat kita pelajari agar membawakan suatu acara lebih baik. Mengikuti perlombaan yang digelar Kantor Bahasa Lampung dalam Pekan Bahasa dan Sastra banyak manfaatnya. 
Pada lomba Pembawa Acara, para peserta juga dibekali materi mengenai Hal-hal yang mesti diperhatikan saat membawakan suatu acara. Berikut informasinya:

Tips Membawakan Acara (MC) dan Panduannya

1. Menggunakan "Disilakan atau dipersilahkan". Sebaiknya menggunakan kata "Disilahkan atau Dipersilahkan" bukan "Disilakan". 

Kalimat disilakan ini memiliki makna bersila seperti pada kerajaan pada zaman dahulu yang selalu menggunakan kalimat disilakan. Jika dipersilahkan, ini lebih merujuk kepada orang yang kita berikan kesempatan untuk menyampaikan yaitu mempersilahkan. Contoh: Prof. Dr. .., M.Ag dipersilahkan.

2. Penggunaa kalimat "Kepada". Ini juga harus di perhatikan, misalnya "kepada bapak menteri pendidikan dipersilahkan".

Sebaiknya tidak perlu dipakai kata Kepada. Seperti "Sambutan Gubernur Lampung, Bapak Ahmad, S. SPi,. M.Si di persilahkan. Jadi, tak perlu lagi mengunakan kata "Kepada".

Ini dikarenakan penggunaan "Kepada" yang tepat adalah di saat akan memberikan suatu penghargaan. Contoh: Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI diberikan penghargaan....

3. Penggunaan penyebutan kepada narasumber atau tokoh. Misalnya

Jika Narasumber memiliki gelar didepan nama seperti Prof, Dr, Ir, Drs, Dra, H, Hj. Maka tak perlu mengucapkan kata "Bapak/Ibu". Kecuali tidak memiliki gelar dibagian depan. Contoh Ahmad, M. Sos. maka pengucapannya dengan kata "Bapak Ahmad, M. Sos. 

4. Kemudiaan jika narasumber memiliki gelar linier tak perlu disebutkan semuanya, cukup sebutkan Magisternya saja. Contoh: Ahmad, S.Sos, M.Sos. Maka pengucapanya Bapak Ahmad, M.Sos. baik dalam menghormati maupun saat mempersilahkannya untuk memberikan sambutan.

5. Tips dalam membawakan acara lain yang mesti dihindari ialah membacakan susunan acara. Artinya langsung mulai acara dan ikuti tahapannya secara langsung. jadi, hindarkan membaca " Baik, Hadirin yang berbahagia, Susunan acara pada hari ini: 1. Pembukaan, 2. Sambutan....penutup. (Tidak perlu). 

6. Hindari peyebutan dengan kalimat "acara yang pertama, kedua ,dan seterusnya". Selain itu, jangan menggunakan kalimat, "Menginjak acara selanjutnya". Sebaikanya gunakan "Acara selanjutnya....".

7. Jangan menggunakan bahasa atau istilah-istilah yang asing. Ini sangat bertentangan dengan UUD No.24 Tahun 2009. Perlu diketahui, menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai aturan tidak boleh mencampur adukan Bahasa Indonesia dengan Bahasa Asing. 

8. Menyapa pejabat atau narasumber. Hindari pengucapan nama atau gelar yang salah. Untuk menghindarinya lakukan persiapan sebelum acara dimulai. Ketika terjadi kesalahan dalam penyebutan nama atau gelar maka ucapkan "Maksud Kami".

9. Menghormati Narasumber/Tokoh.
Untuk penggunaan kalimat "Yang Terhormat" diuacapkan untuk hanya untuk 1 orang Narasumber atau Tokoh yang berpengaruh pada acara tersebut. Selain itu gunakan kalimat "Yang kami hormati".

10. Hindari menggunakan kalimat yang berlebihan. Contoh "Bapak Ahmad, M. Hum disilahkan untuk naik ke atas panggung". Lihat kalimat yang janggal. Padahal dengan kata "Disilahkan"  sudah menunjukan seseorang untuk naik ke panggung. Tinggal ucapkan Bapak, Ahmad, M. Hum Disilahkan. 

11. Mempersilahkan petugas D'oa. Hindari mempersilahkan untuk petugas pemimpin Do'a dengan kalimat "Hadirin dipersilahkan berdiri". Posisi tamu undangan saat berdo'a sebaiknya duduk bukan berdiri.

Karena, posisi berdiri digunakan saat akan menyanyikan lagu kebangsaan, baru audiens mengambil posisi berdiri.

12. Penggunaan kalimat "Hadirin dimohon untuk duduk kembali". Maka baiknya menggunakan kalimat adalah "Hadirin dipersilahkan duduk kembali". 

Begitu pula saat akan memempersilahkan audiens berdiri, hindari kalimat "Hadirin dimohonkan untuk berdiri". Maka gunakan "Hadirin dipersilahkan berdiri". Jadi hilangkan kata "Dimohon". 

13. Hindari pengucapan sapaan ganda. Misalnya: "Bapak Ust. Ahmad disilahkan menuju tempat yang sudah disiapkan". Alangkah baiknya memilih satu kata "Bapak ahmad, atau Ust. Ahmad". Kemudian hilangkan kalimat "Menuju tempat yang sudah disiapkan". Ingat, cukup dengan "Dipersilahkan". 

14. Hindari saat pejabat akan membuka acara ditandai pemukulan gong. Contoh kalimat yang harus dihindari "Ditandai dengan Pemukulan Gong", karena Pemukulan gong menandakan sudah dibuka secara resmi. 

Itulah beberapa poin yang harus di perhatikan dalam penyampaian saat membawakan acara. Informasi ini untuk sekedar pengingat untuk bahan evaluasi, mohon maaf atas kesalahan dalam penulisan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel