Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Masyarakat Lampung Pepadun

Masyarakat Lampung terdiri dari Saibatin dan Pepadun. Daerah Lampung merupakan bagian dari Sumatra Selatan, dan telah di bentuk pada 18 Maret 1964 menjadi Provinsi.

Istilah Saibatin dan Pepadun Keduanya mendiami di daerah dataran tinggi di Lampung. Masyarakat adat Pepadun di daerah Lampung menggunakan dialek O.

Dilansir dari situs Indonesiakaya.com Masyarakat Pepadun menganut sistem kekerabatan patrilineal berdasarkan garis keturunan bapak. Dalam suatu keluarga, kedudukan adat tertinggi ialah berada pada anak laki-laki tertua.
Dalam adat Pepadun, gelar penyimbang sangat dihormati sebagai penentu dalam proses pengambilan keputusan. Gelar status adat ini akan terus diturunkan kepada anak laki-laki tertua sampai seterusnya.

Mengenal Masyarakat Lampung Pepadun

Asal kata Pepadun berasal dari perangkat adat yang dipakai dalam prosesi Cakak Pepadun. Pada situs Indonesiakaya.com Pepadun merupakan bangku atau singgasana kayu sebagai simbol status sosial tertentu dalam keluarga. Sehingga gelar adat yang disebut Juluk Adok dilakukan di atas singgasana ini.

Bagi masyarakat Pepadun, apabila ingin mendapatkan Gelar untuk menaikan menaikkan statusnya, maka dilakukan proses adat mulai dari pembayaran sejumlah uang yang disebut Dau.

Kemudian melakukan pemotongan sejumlah kerbau. Upacara Cakak Pepadun dilakukan di Nuwo Sessat (Rumah Adat Lampung) yang dipimpin oleh pimpinan adat tertinggi atau seorang Penyimbang.

Masyarakat adat Pepadun mendiami beberapa wilayah di Lampung, meliputi:

1. Daerah Mego Pak kabupaten Tulang Bawang, meliputi: daerah menggala, panaragan dan kabupaten mesuji. 

2. Didaerah Abung Siwo Mego, meliputi Anak tuha, Unyai, subing, uban, unyi, beliyuk, juga selagai, daerah yerupa, serta kunang, yang tersebar mendiami tujuh wilayah di Provinsi Lampung yaitu daerah Sukadana, Kotabumi, Labuhan Maringgai, Seputih Timur, Jabung, sampai Kabupaten Lampung Tengah yakni Gunung Sugih dan Terbanggi Besar.

3. Daerah sungkai waykanan, meliputi masyarakat yang tinggal di Sembilan wilayah adat yang mendiami bagian Pamuan Ratu, Negeri Besar, Sungkay, Ketapang, Pakuan Ratu, dan Bunga Mayang, Blambangan Umpu, Baradatu, serta Kasui.  

4. Daerah Pubian Telu Suku, masyarakat pubian ini tinggal di daerah delapan wilayah. Meliputi Balau, Tanjung Karang, Tegineneng, Padang Ratu, Pugung dan Gedungtataan dan Seputih Barat.

Untuk mengenali ciri masyarakat Adat Pepadun dapat dipahami dari beberapa kategori misalnya, dari daerah Tempat tinggal, Adat Istiadat, Dialek, dan lainnya. 

Misalnya pakaian adat, untuk hiasan kepala Siger Pepadun, bentuknya besar menjulang di kepala, indah di pandang bagi masyatakatnya. Siger Pepadun memiliki 9 lekukan dan kuning berwarna dan pakaiannya berwarna putih. 

Kemudian dari segi Dialek, masyarakat Pepadun memakai Dialek O (Nyow). Misalnya: Nyow Kabakh ? Artinya Apa kabar?. Itulah pembahasan ringkas mengenai masyarakat Adat Pepadun. Semoga bermanfaat untuk sekedar menambah wawasan bersama.