3 Cara Mengatasi Rasa Takut Berbicara di Depan Umum

Rasa khawatir atau takut dilansir dari Presentasi.Net merupakan sesuatu yang wajar. Selama tidak dikuasai rasa cemas atau takut tersebut, maka akan baik-baik saja. Rasa khawatir atau takut justru akan membuat persiapan yang lebih matang.

Artinya rasa takut berbicara didepan banyak orang adalah hal yang wajar. Hampir setiap orang pernah merasakan hal yang sama, merasa gugup, dan takut.

Misalnya saat akan memulai presentasi di depan publik, berpidato, menjadi pembawa acara dan sebagainya. Mungkin Jawabannya pasti sama yakni gerogi dan kurang percaya diri. Kurangnya percaya diri tersebut akan berdampak terhadap kelancaran dalam berkomunikasi.

Seseorang yang gugup akan terlihat dari berbagai aspek. Wajah pucat, suara tak terdengar jelas, jantung pun ikut berdebar bergejolak, dan perut mulas serasa ingin buang air kecil dan berkeringat. 

3 Cara Mengatasi Rasa Takut Berbicara di Depan Umum

Untuk mengatasi permasalahan rasa takut berbicara didepan umum, silahkan coba tips sederhana berikut ini:

1. Berlatih 

Membangun percaya diri sangat mudah yang penting konsisten bisa dan yakin. Belajar dengan semangat. Berlatih dengan mencoba persentasi sendiri akan membangun mental.

Sehingga akan terbentuk rasa percaya diri yang baik. Perinsip berkomunikasi adalah mampu menyampaikan pesan atau informasi sesuai kondisinya.

2. Metode Membangun Komunikasi

Sikap seperti ini memiliki beberapa kategori, yang terdiri atas tiga hal sebagai berikut:

a. Adanya Kecerdasan secara emosional, 

merupakan sistem kemampuan seseorang yang dilakukan guna mengendalikan emosi baik rasa takut yang akan muncul terhadap dirinya. Selain itu, akan menjadikan sikap emosi tersebut sebagai penyebab agar dapat melakukan  sesuatu dengan tindakan yang sesuai pada tujuannya.

b. Tampilkan Sikap Pendewasaan,

Cara ini adalah hal unik yang tepat anda terapkan saat berada di hal layak. Tinggal sampaikan secara dewasa saja sebab, hal ini dapat berdampak terhadap keyakinan diri anda dalam menyampaikan sambutan yang akan memberikan ketenangan. Sehingga anda akan dapat menyampaikan gagasan dengan perasaan lebih dewasa, dan terlihat lebih profesional.

Maksudnya ketika berbicara pada audiens di kalangan remaja maka penyampaiannya lebih santai. Lain halnya jika acara formal yang dihadiri tokoh, dan pejabat maka sebaiknya menggunakan kalimat yang formal dan sopan.

c. Membangun personal branding yang baik, 

Setiap kepribadian orang pasti mendapatkan penilaian dari orang lain. Begitupun saat terlibat dalam suatu acara. Agar mendapat penilaian yang baik maka berikan kesan yang baik dan hormati banyak orang.

Kepribadian yang kurang baik akan menjadikan diri kita semakin terpuruk. Teruslah belajar dan berproses dengan baik.

3. Berusaha mengendalikan Pemicu Kepercayaan diri

Terdapat 3 hal yang dapat menjadi pembelajaran bagi kita:

a. Hilangkan fikiran negatif pada diri sendiri, 

Maksudnya adalah menghilangkan fikiran buruk yang selalu menyatakan kalimat tidak bisa, tidak siap, malu, takut bicara salah dan takut presentasi, dan berkata tidak percaya diri.

Ini dapat menjadi pemicu untuk tidak bisa melakukannya. Jelas bukan audiens yang akan menjadikan diri kita tidak percaya diri, akan tetapi fikiran negatif diri sendirilah yang membuatnya menjadi tidak maju.

b. Nyatakan fikiran yang lebih fokus dan spesifik, 

Salah satu pemicu lain ialah kurangnya perasaan diri yang tidak baik, sehingga akan selalu beranggapan negatif. Misalnya rasa takut, dan kecewa. Kita tak lepas dari pembelajaran. Selalu berfikir positif akan memberikan dorongan baik kepada diri.

Perlu anda sadari ketika tengah mengekspresikan rasa marah, sebaikanya jelasakan lebih awal dari contoh prilaku-prilaku spesifik yang sudah pasti tidak anda sukai. Kemudian kembalikan pada diri sendiri, bagaimana perasaan anda? Atau bila ada perasaan ganda mengenai sesuatu, sampaikanlah dengan jelas.

Misalnya, "saya merasa memiliki perasaan yang tidak enak namun sebelumnya. Saya ucapkan terima kasih telah membantu saya menangani suatu permasalahan". Sangat tidak baik, jika suatu ketika seseorang menyampaikan idenya tapi dipotong orang lain secara langsung.

Perhatikan kalimat tanda petik tersebut. Lihatlah terdapat penggunaan kata "Saya" dan "Saya merasa" kata ini jelas akan membantu disaat kita mengekspresikan perasaan yang kecewa atau sulit, tanpa merendahkan lawan bicara. Ini yang perlu diperhatikan agar tidak membuat orang lain merasa tidak di hargai.

c. Menempatkan posisi yang rendah diri atau tinggi,

Faktanya seorang pembicara yang menganggap bahwa dirinya lebih profesional dari audiens maka dapat membentuk dan menciptakan suasana yang lebih kondusif.

Contohnya saat presentasi, Ia lebih banyak berbicara secara terus-menerus, dan lebih cendrung mendominasi dengan komunikasi percakapan yang banyak. Tidak memberikan kesempatan pada hadirin untuk mengungkapkan gagasannya kecuali pada sesi berikutnya. Sehingga terjadilah sistem komunikasi yang berlangsung satu arah.

Sebaliknya, seorang pembicara yang memang merasa dirinya lebih rendah dari pada audiens maka akan bersikap yang tidak nyaman yakni lebih cenderung tidak lugas dan kurang memperhatikan audiens.

Ketika menyampaikan informasi tidak secara lugas karena perasaan yang kurang menangani untuk mencairkan suasana. Sehingga kondisi tak terarahkan, membuat peserta sibuk dengan perbincangannya masing-masing. Tak heran audiens akan lebih fokus bermain gawai (Handphone).

Posisi demikian karena kurangnya percaya diri dan ada rasa malu, takut, dan bingung apa yang akan diucapkan. Padahal sangat manusiawi jika mengalami demam panggung, ditambah bagi yang pertama kali berbicara dihadapan audiens. Tapi percayalah, Jika sudah terbiasa dan banyak belajar rasa takut tersebut perlahan akan hilang.

Masalah gugup pasti akan dirasakan oleh setiap orang, termasuk yang sudah terbiasa berbicara didepan umum sekalipun masih sering terjadi. Apa penyebab itu terjadi? Bisa saja karena belum adanya persiapan baik materi yang akan disampaikan dan persiapan lainnya.

Jika mengalami hal tersebut, mungkin tips sederhana ini bisa kita pelajari bersama untuk untuk menghilangkan rasa takut atau kurang percaya diri jika berbicara didepan umum. Walaupun tergantung pribadi masing-masing bagaimana konsep dan cara dalam pembawaannya.

Perbanyak mengikuti kegiatan-kegiatan lain seperti organisasi, seminar dan pelatihan karena dapat membangun percaya diri yang mampu membuat tenang dalam mengutarakan pendapat di depan orang lain.

Demikian cara mengatasi rasa takut berbicara didepan umum. Berusaha dengan belajar. Apabila ketakutan tersebut tidak diatasi segera maka banyak respond negatif hingga cibiran yang akan dirasakan. Agar kejadian buruk tersebut tak terjadi secara berulang maka rajin berlatih karena hidup adalah pembelajaran.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel