5 Perbedaan Masyarakat Lampung Saibatin dan Pepadun

                 (Sumber IG: @imkobal)
Sebagai pembelajaran agar lebih mudah mengenali perbedaan masyarakat adat Lampung saibatin dan pepadun sangat mudah dikenali. Perbedaan hanya sekedar untuk mengetahui ciri-ciri keduanya untuk bahan pembelajaran.

Perbedaan adat pepadun dan saibatin masyarakat lampung dapat kita lihat dari beberapa kategori. Perbedaan inilah yang menunjukan bahwa kekayaan yang dimiliki masyarakat Lampung. Hal ini sangat tepat untuk kita bahas agar dapat menambah wawasan khususnya generasi muda. 

Perbedaan masyarakat Lampung Saibatin dan Pepadun sangat mudah dikenali. Dimana suku Saibatin mendiami di daerah Pesisir Lampung.

Provinsi Lampung terdapat masyarakat saibatin dan pepadun serta masyarakat pendatang yang hidup rukun dan damai. Agar mudah untuk mengenali, berikut diantaranya:

Berikut 5 perbedaan masyarakat Lampung Saibatin dan Pepadun:

1. Dialek

Dialek ini dapat kita tebak dengan mudah. Untuk masyarakat lampung Saibatin berkomunikasi menggunakan dialek A (Api) yang bermakna "Apa". Contoh penggunaannya "Api kabakh" yang berarti "Apa kabar?".

Kemudian masyarakat pepadun memakai dialek O (Nyow) yang bermakna "Apa". Contoh kalimat yang digunakan "Nyow Kabakh"? Ini berarti "Apa kabar?". 

2. Pakaian Adat


Ciri lain ialah dari pakaian adat. Walaupun keduanya memakai mahkota yakni siger tapi anda bisa melihat sendiri perbedaanya pada lekukan siger.

Masyarakat lampung saibatin menggunakan pakaian adat berwarna merah dan mahkota siger dengan 7 lekukan. Sedangkan pepaadu pakaian adat berwarna putih dengan siger 9 lekukan.

3. Tempat Tinggal

Salah satu perbedaannya terletak pada tempat tinggalnya. Jika masyarakat lampung saibatin tinggal di daerah pesisir, dan masyarakat Lampung Pepadun tinggal di daerah dataran tinggi.

4. Kehidupan Sosial

Masyarakat Lampung Pepadun dikenal dengan sistem Demokrasi sedangkan Saibatin ialah Aristokrasi. Sehingga lebih mudah dikenali pula. 

5. Adat Istiadat

Dilansir dari situs: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/lampung-sai-bumi-ruwa-jurai/ bahwa:
Lampung Saibatin Untuk adat istiadat, masyarakat suku Saibatin cenderung lebih selektif. Hal ini tercermin dalam sistem kerajaan dan pemberian gelar adat yang ada pada masyarakat. 

Hanya masyarakat yang memiliki garis keturunan kerajaan atau bangsawan saja yang berhak untuk mendapatkan gelar adat dan menjadi Raja hingga pada keturunannya.

Sedangkan Adat Istiadat Lampung Pepadun
tidaklah rumit. Masyarakat suku pepadun bisa mendapaatkan gelar adatnya meskipun hanya berasal dari kalangan masyarakat biasa yakni melaksanakan upacara adat yang disebut "Cakak Pepadun".

Membahas tentang perbedaan ini bukan untuk mengelompokkan adat ataupun memecah terkotak kotak. Berbeda bukan berarti harus terpecah dan terpisah akan tetapi tetap satu penuh persatuan berdasarkan Lambang Provinsi Lampung yaitu "Sai Bumi Rua Jurai". 

Saibatin memiliki makna satu batin atau satu junjungan. Sesuai dengan tatanan sosial yang ada pada masyarakat Lampung Saibatin, yang memiliki satu raja adat setiap generasi kepemimpinan. Suku Saibatin memiliki adat istiadat yang lebih cenderung bersifat aristokratis dimana kedudukan/pangkat keadatan hanya dapat diwariskan dari satu garis keturunan.

Berbeda dengan masyarakat Suku Pepadun, tidak ada upacara tertentu yang dapat mengubah status sosial kedudukan dimasyarakat. Inilah salah satu ciri yang  dari kedua adat Saibatin dengan Pepadun.

Demikianlah 5 perbedaan antara masyarakat Lampung Saibatin dengan pepadun agar mudah mengenalinya. Semoga bermanfaat untuk menambah refrensi kita bersama.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel