Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Pengertian Sedekah dan Infaq Dalam Islam

Sedekah adalah tindakan memberikan sebagian rezeki dari Allah SWT. Tak jauh berbeda dengan Infaq, Sebagai rasa syukur atas karunia yang maha kuasa, seseorang menjadikan sedekah dan infaq menjadi salah satu cara dalam mensyukurinya.

1. Pengertian Sedekah 

Dalam bahasa Arab, Sedekah di sebut Shadaqah, merupakan perilaku seseorang yang membantu dengan memberikan sebagai rezeki yang dimiliki kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi waktu dan jumlah.

Sedekah bukan hanya sekedar menyumbangkan dan mengeluarkan rezeki, namun mencakup segala amal perbuatan manusia karena sedekah memiliki cakupan yang lebih luas dari sekedar zakat maupun infaq. 
Dampak seseorang yang gemar bersedekah memiliki keistimewaan hidup penuh dalam keberkahan. Manfaat sedekah sangat banyak. Bagi seseorang sedekah salah bukti kejujuran seorang muslim. 

Hal ini sesuai Hadist Rasulullah SAW, yang menyebutkan bahwa bersedekah adalah bukti kejujuran dan keikhlasan akhlak seorang muslim. Sementara dalam Hadist lain menyebutkan bahwa;

Abu Malik Al-Harits bin ‘Ashim Al-Asy’ari RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kesucian itu sebagian dari iman, dan kalimat alhamdulillah memenuhi timbangan. 

Kalimat subhanallah dan alhamdulillah memenuhi ruang yang ada di antara langit dan bumi. Shalat itu cahaya, sedekah itu bukti, sabar itu cerminan, Al-Qur’an itu hujjah yang akan membela atau menuntut mu. 

Setiap manusia bekerja. Ada yang menjual dirinya, ada yang membebaskan dirinya, dan ada pula yang menghancurkan dirinya.” (HR. Muslim)

2. Pengertian Infaq

Infaq yaitu tindakan seseorang dalam mengeluarkan atau membelanjakan harta yang mencakup zakat dan non-zakat. Dalam Infaq terhadap hukum wajib dan sunnah. Infaq dibagi dalam 2 jenis yaitu infaq wajib diantaranya kafarat, nadzar, zakat dan sebagainya.

Sedangkan infaq sunnah diantaranya infaq yang ditujukan kepada fakir miskin sesama muslim, infaq bencana alam, Yatim piatu, panti jompo, yayasan amal dan lain-lain.

Dana infaq berbeda dengan zakat, karena infaq dananya dapat diberikan kepada siapapun meskipun tidak termasuk dalam delapan asnaf (golongan penerima zakat). 

Seseorang yang berinfaq tentu akan mendapatkan balasan dari yang maha kuasa. Begitupula dengan orang yang bersedekah. Salah satu Hadist berikut ini menerangkan bahwa, Dari Abu Huraira RA, ia berkata: 

Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang bersedekah dengan sebiji korma yang berasal dari usahanya yang halal lagi baik (Allah tidak menerima kecuali dari yang halal lagi baik), maka sesungguhnya Allah menerima sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya kemudian Allah menjaga dan memeliharanya untuk pemiliknya seperti seseorang di antara kalian yang menjaga dan memelihara anak kudanya. Hingga sedekah tersebut menjadi sebesar gunung.” -Muttafaq’alaih.

Infaq menjadi salah satu ibadah sosial yang utama, karena mengandung pengertian bahwa selain berdampak nyata terhadap membantu kesulitan saudara muslim/ orang lain yang mengalami kesulitan ekonomi.

Menafkah kan harta di jalan Allah tidak akan mengurangi harta tetapi harta yang kita miliki akan semakin bertambah dan berkah. Ibarat cermin, yang memberikan manfaat bagi pihak yang memberi dan juga yang menerima. 

Besaran uang yang dikeluarkan untuk berinfaq tidak ditentukan, sesuai dengan keikhlasan dari setiap orang yang mengeluarkan infaq.