Pengalaman Mengikuti Pemilihan Duta Museum Lampung Hingga Menang




Hasbundoya.com - Assalamualaikum wr.wb, Tabikpun. Halo sahabat bloggers dimanapun anda berada, semoga selalu sehat dan semangat untuk segala aktifitasnya. Di edisi kali ini saya akan mengangkat salah satu pengalaman hidup yang pastinya akan saya tuangkan dalam artikel berikut ini. Tepat pada saat memperingati Hari Museum Indonesia, saya mengikuti pemilihan duta museum lampung 2017. Acara pertamakali dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayan Provinsi Lampung melalui UPTD Museum yang berlangsung di halaman Museum Negeri Lampung pada Kamis, 12 Oktober 2017 malam.

Salah satu alasan saya mengikuti pemilihan duta museum ini adalah pada saya mengahadiri sebuah pertemuan komunitas saya. Ditengah perbincangan kami tentang agenda komunitas kedepan, kami juga sempat membahas kebudayaan dan pariwisata provinsi lampung. Tak lama kemudian ada diantara senior menyampaikan informasi tentang akan diadakannya pemilihan duta museum di provinsi lampung. Sehingga senior kami di organisasi tersebut mengharapkan seluruh anggota untuk mengikuti, Sehingga mereka memberikan masukan kepada kami yang hadir untuk mendaftar. Jika dari rekan-rekan lain ada yang menolak mengikuti pemilihan duta museum. Dengan adanya dorongan dari rekan-rekan yang hadir akhirnya saya memberanikan diri dan siap coba-coba mengumpulkan berkas.

Diketahui sebelumnya pemilihan duta museum lampung 2017 ini melalui sistem seleksi dan tahapan lain yakni dimulai dari seleksi pengumpulan berkas terlebih dahulu. Berkas tersebut meliputi data diri, ktp, ijazah terakhir, surat rekomendasi perguruan tinggi, surat bebas narkoba, surat keteranga sehat dari puskesmas atau rumah sakit, foto peserta, dan skck. Setelah berkas terkumpul bebrapa hari kemudian dilaksanakan tekhnical meeting, dimana seluruh peserta yang mendaftar dikumpulkan di aula museum lampung sekaligus pengumuman untuk peserta yang lolos menjadi finalis.

Ditahap ini alhamdulillah saya lolos dan dinyatakan sebagai finalis. Awalnya sempat tidak percaya ingin lolos ditahap ini melihat semua peserta yang mendaftar memiliki karakter yang kuat, mereka cerdas, fisik yang mendukung, dan ahli dibidang perlombaan tersebut. Namun, berkat doa dan dukungan dari keluarga serta orang-orang disekitar akhirnya saya lolos. Bagi yang masuk akan mengikuti karantina selama 3 hari hingga menjelang malam final.

Di hari berikutnya seluruh finalis langsung melakukan penilaian dari persentasi materi yang dibuat dalam bentuk power point dengan tema museum dan budaya lampung. Secara bergiliran setia peserta melakukan persentasi dengan gaya bahasanya masing-masing, dihadapan tiga dewan juri dan selesai persentasi langsung dilakukan tanya jawab seputar pengetahuan dan pertanyaan terkait materi yang dibahas. Alhamdullah ditahap ini pun terlewatkan dengan lancar, hingga persentasi ini selesai. Lanjut di hari berikutnya penilain bakat, saya sendiri menampilkan bakat sangat sederhana yakni hanya memaikan alat musik rebana sembari diringi wayak lampung. Saya begitu kagum dengan penampilan rekan-rekan peserta lain begitu luar biasa yang berpacu dalam melodi. Semua itu terlihat dari sorakan dan tepuk tangan para penonton pendukungnya.


Selama karantina berlangsung kami disiapkan penginapan di salah satu hotel yang tak jauh dari bundaran tugu adipura bandar lampung. Tiba waktu pagi hari bus datang menjemput menuju museum negeri lampung. Selama 3 hari ini kami dibekali dengan materi yang begitu penting yang dibagi dalam beberapa sesi. Materi tersebut meliput pemahaman tentang museum, etika kepribadian, materi budaya lampung, dan public speaking. Di sela-sela karantina berlangsung kami juga berkesempatan masuki museum lampung dan mengenal apasaja benda-benda yang ada, dan jumlah koleksi museum lampung, serta melihat secara langsung benda-benda peninggalan zaman terdahulu yang masih tersimpan rapih dan terawat.

Saat malam grand final dimulai yang diawali dari opening hingga penilain publik speaking, langsung ditentukan 6 besar putera dan puteri. Sesi selanjutmya yakni tanya jawab dengan dewan juri. Saat itu, saya mendapatkan pertanyaan yakni "Menurut anda, bagaimanakah sikap pemuda pemudi di provinsi lampung terhadap museum lampung saat ini, jelaskan?" Dengan santai dan tenang saya menjawab "Terimakasih, menurut saya sikap pemuda pemudi terhadap museum lampung saat ini yakni acuh tak acuh, hal tersebut dibuktikan berdasarkan data dari jumlah pengunjung khususnya kalangan pemuda yang berkunjung ke museum negeri lampung mengalami penurunan. Untuk itu, mari kita bangun citra musium dan lesatarikan budaya lampung agar lebih dikenal luas diseluruh masyarakat indonesia, Terimakasih". Dan dengan jawaban inilah yang mengantarkan saya menjadi pemenang ke dua putera duta museum lampung 2017.

Bagi saya pribadi selama karantina mengikuti pemilihan duta museum lampung 2017 yang lalu, memiliki banyak pengalaman dan pembelajaran yang baik. Yang paling berkesan saat berada di ruang museum saya sudah melihat secara langsung benda yang sudah bertahun-tahun lamanya. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya bejana yang sudah tua dalam kondisi kokoh yang tersimpan rapih dalam museum lampung. Selain itu, saya juga mendapatkan pengetahuan tentang kain tapis asli zaman dahulu yang terbuat dari benang emas, benang tersebut ternyata berasal dari negara india. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat lampung sudah sejak lama melakukan hubungan dengan negara lain.

Nah, bagaimana rekan-rekan semua masih tidak tertarik untuk mengunjungi museum?? Sangat rugi.. Pengetahuan itu sangat penting. Jika anda hanya mengandalkan media sosial untuk melihat benda peninggalan zaman terdahulu, anda tidak akan pernah mersakan sensasi keindahan benda-benda yang tersimpan di museum lampung yang dapat di saksikan dengan mata kepala anda sendiri dengan dekat.

Perlu anda ingat bahwa museum merupakan sumber informasi, sebagai jedela budaya ,dan sebagai rumah peradaban yang berbicara secara fakta. Museum sendiri memiliki peran strategis yang memiliki amanat, mencerdaskan bangsa, dan sebagai pertahanan nasional. Untuk itu, mari kunjungi museum negeri lampung bersama keluaraga dan rekan-rekan anda. Sampai jumpa di artikel berikutnya, semoga bermanfaat. Tabikpun

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel