9 Hal Yang Perlu Anda Perhatikan Saat Menjadi MC, Agar Audiens Terkesima

Membawakan Acara dapat melatih percaya diri, dan komunikasi. Apalagi pekerjaan yang didasari hobi tak pernah membosankan karena rasa cinta dan tanggung jawab. Hal ini menyangkut pekerjaan yang bernaungan dengan dunia public speaking. Sebagian orang terlihat kurang percaya diri jika berhadapan dengan masyarakat umum, namun bagi yang sudah terbiasa akan santai dan menyenangkan.

Untuk menjadi pembawa acara (master of ceremony), tentu butuh persiapan. Sebab, membawakan acara harus mengetahui konsep agar acara dapat dibawakan dengan baik.

Berikut ini bebera hal yang harus diperhatikan saat menjadi seorang MC, sebagai pembelajaran bersama:

1. Ketika MC membuka acara, yang perlu dingat tidak perlu membacakan susunan acara. Misalnya membacakan susunan acara dengan kalimat: "Hadir bapak/ibu, susunan acara kita pertama pembukaan, kedua sambutan, sampai acara terakhir penutup". 

Cukup dengan: "Hadirin bapak/ibu untuk mendapatkan ridho allah SWT, marilah kita buka acara ini dengan mengucap lafadz Basmallah, selanjutnya sambutan ..dan seterusnya. Jadi tak perlu dibaca susunan acaranya. 

2. Jika seseorang yang sudah memberikan sambutan pada acara- resmi, selaku MC tidak perlu memberikan ucapan komentar berlebihan, atau tanggapan dari sambutan yang disampaikan. Cukup dengan kalimat Terima Kasih, selanjutnya sambutan mewakili tamu udangan. (Disesuaikan dengan jumlaj sambutanya).

3. Ketika seseorang menyampaikan selesai menyampaikan sambutan. Tunggu sampai ia duduk ditempat semula. Hindari melanjutkan acara saat dirinya belum sampai ditempat duduk. 

4. Matikan Pengeras Suara (Mikrofon) setelah selesai berbicara. Supaya suara mixrofon tidak mengganggu pendengaran audiens lain agar acara kondusif.

5. Selaku MC perlu melihat kondisi sebelum acara dimulai. Jika acara formal yang melibatkan tokoh/pejabat, saat rombongan tiba dilokasi. Ucapkan selamat datang dan  berikan waktu pengambilan gambar sebagai bentuk hormat kepada awak media. Kemudian setelah pengambilan gambar dan persilahkan rombongan duduk ditempat yang telah disiapkan. 

6. Untuk susunan acara bisa ditulis dengan secarik kertas, buku tulis, atau melalui Gawai (Android). Kecuali acara pelantikan, dimana MAP berisi nama tokoh, dan lainnya.

7.  Menyebut nama narasumber/tokoh/pejabat jangan salah. Misalnya:
- Drs. H. Ahmad, S.Pd,. M.Pd,. Tak perlu diucapkan Yth, Bapak Drs. H. Ahmad, S.Pd,. langsung saja Yth. Drs. H. Ahmad, S.Pd,. M.Pd. 

- Berbeda jika tidak ada gelar dibagian depan nama. Misalnya, Amad, S.Pd,. M.Pd,. Maka pengucapannya: Yth, Bapak Ahmad, S.Pd,. M.Pd,.

- Kemudian: Menyebutkan gelar linier, misalnya Ahmad S.Pd,. M.Pd,. Cukup dengan Yth, Bapak Ahmad, Magister Pendidikan (Titel S.Pd,. Tak pelru disebutkan).

- Dan Jika gelarnya tidak linier misalnya Ahmad, S.Sos,. M.Ag,. maka: Yth, Bapak Ahmad Sarjana sosial, Magister Pendidikan. Jadi diucapkan dengan lengkap.

8. Seorang MC yang baik wajib memperhatikan posisi disaat memegang mikrofon. Hindari meniup karena untuk mengetahui suara mikrofon. 

9. Hindari pengucapan kata test test test..1..2..3.. cek..cek..cekk. pada mikrofon. Ini mengurangi citra sebagai MC yang baik. Cukup ketuk ujung mixrofon 3x dengan jari telunjuk untuk memastikan apakah sudah berbunyi dan siap anda gunakan.

Itulah beberapa cara yang harus anda hindarkan dan persiapkan saat memandu acara. Jadilah diri sendiri dan teruslah belajar. Ingat menjadi seoarang MC benar-bebar harus rajin berlatih dan tampil didepan umum. Semoga bermanfaat..

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel