Aqikah Menurut Islam

Aqiqah atau akikah merupakan perayaan rasa syukur dengan kepada bayi yang sudah lahir dengan melakukan penyembelihan kambing. Aturan sebagai persyaratan pada jumlah kambing yang akan di sembelih ialah bayi laki-laki yakni 2 ekor kambing dan bayi perempuan 1 ekor kambing.
Hukum akikah adalah sunnah dan sebagian lagi adalah wajib dengan alasan berhubungan langsung dengan sembelih merupakan hal penting, dengan catatan selama seseorang tersebut mampu menjalankan aqiqah dihari ke 7 .

Hukum aqiqah dari pendapat yang terkuat adalah sunnah muakkadah. Sesuai hadist Rasulullah SAW, dalam sabdanya “Semua bayi tergadaikan dengan aqiqah-nya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama, dan dicukur rambutnya.” (Shahih, HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan lain-lainnya).

Hukum Aqikah Dalam Islam

Akikah dalam Bahasa Arab merupakan pengurbanan hewan sebagai bentuk rasa syukur umat Islam kepada Allah SWT terhadap bayi yang baru lahir. Hukum akikah dari pendapat yang paling kuat adalah Sunnah Mua'akkad.

Menurut Ibnu Abbas Rasulullah bersabda, “Menaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing.” [HR Abu Dawud (2841) Ibnu Jarud dalam kitab al-Muntaqa (912) Thabrani (11/316) dengan sanadnya shahih. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Daqiqiel ‘Ied.

Kemudian Fatimah binti Muhammad berkata saat melahirkan Hasan jika Rasulullah bersabda, “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” (Sanadnya Hasan, Hadits Riwayat Ahmad (6/390), Thabrani dalam “Mu’jamul Kabir” 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil).

Aisyah berkata jika Rasulullah bersabda, “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” (Shahih, Hadits Riwayat Ahmad (2/31, 158, 251), Tirmidzi (1513), Ibnu Majah (3163), dengan sanad hasan).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel