Simak Rahasia Sukses di Pemilihan Duta Bahasa

Hasbundoya - Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Lampung kembali digelar, Acara ini dilaksanakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Lampung (KBPL) disetiap tahunnya. Sepasang pemenang duta bahasa tersebut akan mengikuti ajang pemilihan di tingkat nasional, sekaligus mewakili provinsi lampung yang akan berlangsung di Jakarta.

Salah satu tujuan dari kegiatan ini untuk memotivasi pemuda-pemudi serta membentuk wadah komunitas yang dapat membantu kantor bahasa khususnya provinsi lampung agar berupaya melestarikan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan tidak punah disebapkan arus globalisasi dan perkembangan tehknologi.

Sebelumnya saya tidak mengetahui sama sekali jika kantor bahasa provinsi lampung akan melaksanakan pemilihan duta bahasa, bahkan alamat kantornya tidak saya ketahui. Setelah putar keliling dengan perasaan kesal hampir 20 menit diarea kantor gubernur.

Akhirnya saya bertanya ke satpam lalu diberikan penjelasan. Harap maklum gawaii saya habis batre jadi tidak bisa internetan, setelah kuikuti petunjuk ternyata di Jalan Beringin II, No 40, Komplek Gubernur Telukbetung, dimana saya lewati pertama ketika masuk ke kantor gubernur sebelah kanan dari arah kantor DPRD kota bandar lampung.

Pada awalnya saya datang ke kekantor bahasa pada tahun 2017 kemarin, saya datang dari sukarame untuk mengikuti salah satu rangkaian kegiatan perlombaan yang diadakan oleh kantor bahasa yakni lomba pembawa acara (Pewara) yang mewakili instansi dari Radar lampungtv bersama dua rekan saya, kebetulan kami bertiga sebagai penyiar di radartv. bahasa anak muda presenter biar agak keren dikit..hehehe..

Kantor Bahasa Menyapa Selamat Datang

Setelah tiba dikantor bahasa saya disambut para pegawai yang sangat ramah. saya langsung menuju ruang staf untuk mendaftar sebagai pewara, dan langsung menemui salah satu panitia bernama ibu eva, lalu saya dipersilakan masuk keruangan lantai 2. Setelah itu, saya bersalaman dengan menunduk penuh kewibawaan dan langsung dipersilahkan duduk. Saya perkenalkan diri terlebih dahulu mulai dari nama lengakap, nama panggilan, tempat tanggal lahir, asal saya dan status saya. setelah itu saya langsung mengisi formulir untuk peserta yang sudah diatas meja.

Disaat saya mengisi formulir tersebut, sembari pula ibu eva langsung membuka obrolan kepada saya, "Oo kamu masih mahasiswa, kuliah dimana?" Saya langsung menatapnya dan tersenyum penuh makna.

Disaat itulah hati saya berkata "Ya robbana apakah ini tanda-tanda juara" dengan nada santai dan ramah saya menjawab "iya bu, saya kuliah di UIN Raden Intan Lampung, saya jurusan pemikiran politik islam, difakultas ushuluddin, saat ini saya semester akhir bu, kata lubuk hati saya yang paling dalam "Bismillah, semoga ini tanda-tanda agar berpacu dalam melodi",.

Kemudian ibu eva bertanya "Doya, Nanti ikut duta bahasa ya..Apalagi tinggi kamu masuk kriteria !!", Mendengar perkataan tersebut saya buru-buru menyelesaikan formulir, setelah semua selesai dan langsung saya tanggapi. "Duta bahasa bu, sebelumnya pernah dengar karena teman saya tahun 2016 kemarin jadi juara 2. "Oh iya siapa?" Balas bu eva. Langsung saya jawab "Ponita dewi bu".

Tak lama kemudian, ibu eva mendata peserta dan memasuakan nama saya, sembari beliau memberikan formulir peserta duta bahasa provinsi lampung 2017 kepada saya, Perasaan saya gemetar penuh kebingungan sehingga pikiran saya menjadi tak menentu, ibarat lirik lagu dari Rumor "tak tau arah jalan pulang, bagaikan butiran debu" begitulah kira-kira hehehe, akhirnya saya membaca formulir sepintas saja dengan penuh grogi.

Awalnya saya bingung sebap beliau salah satu panitia di lomba pewara, saya merasa ketakutan karena jika tidak saya ikuti nanti berpengaruh terhadap lomba yang saya ikuti hingga akan menyebapkan saya gagal dan tidak juara.

Akhirnya, dengan santun sembari saya ambil pulpen dan saya isi dengan teliti. Saat saya mengisi formulir bu eva meminta untuk melengkapi persyaratan yakni wajib untuk mengumpulkan kartu tanda pengenal berupa ktp/ktm/sim, dan juga esai minimal 500-600 karakter (kata) hasil tulisan sendiri dan tidak boleh menjiplak karya oranglain, juga mengumpulakan biodata lengakap.

Disini pikiranku melayang-layang penuh kegalauan dan kebimbangan saat mendengar kalimat esai, apalagi jumlahnya 500 kata dan tidak boleh lebih dari 1 lembar, saya langsung ingat skripsi saya yang beberapa minggu tidak pernah ku kerjakan.

Perlahan sambil tersenyum saya mencari kartu tanda mahasiswa (KTM) saya, karena kebetulan didompet ada KTP dan KTM, kemudian saya ambil copyan KTM saja. karena saya merasa kapan lagi saya menggunakannya mengingat saya sendiri sudah semester akhir.

Sayapun berpura-pura senang dan wajah ceria, saya berikanvberikut biodata pribadi dari dalam tas, Karena kebetulan saya ada selembar biodata sisa untuk persiapan pewara. Dengan bahasa tubuh antusias seperti pura-pura senang agar terlihat abisi penuh semangat, padahal saya sudah tidal nyaman ingin cepat pergi meninggalkan kantor bahasa.

Setelah semua fomulir terisi, saya langsung pamit pulang dan langsung menuju kampus. tak lupa saya membawa beberapa poster untuk  beritahukan ke rekan-rekan saya.

Sesampainya dikampus saya foto posternya, saya infokan ke semua group komunitas saya di whatsapp dengan harapan ada kawan yang mengikuti juga. Sayapun kaget meliahat gawai saya berbunyi-bunyi.

Setelah saya lihat ternyata tangapan dari rekan-rekan saya. Saya baca, "Waduh doya beratt itu, gak sanggup" hampir sama semua tanggapan dari seluruh pesan yang masuk, dan itu tak ada bedanya dari rekan-rekan saya dikelas dan juga difakultas. Disini saya simpulkan jika mereka berfikir negatif berarti ada peluang kemenangan bagi saya. Karena saya amati pemilihan duta bahasa pesertanya sangat sedikit dibandingkan dengan perlombaan sejenis lainnya.

Hari berikutnya saya mempersiapkan diri untuk perlombaan pewara. Saya sudah berlatih setiap waktu, dimulai dari tehnik suara, artikulasi, dan intonasi. Besoknya acara perlombaan, saya diurutan 22 (dua puluh dua) yang bersaing dari 15 kabupaten/kota serta instansi maupaun dinas.

Setelah selesai dan pengumuman kejuaran, tak lama instansi radar lampung tv sebagai juara tiga, kami bertiga utusan dari media televisi nomor satu dilampung merasa senang penuh kegirangan, setelah kami terima uang hadiah dan tropi kami langsung makan-makan. Saat pulang kami mampir ke rumah makan yang bernuansa kerenlah, bisa dibilang mewah juga tidak, dibilang tidak, tapi terasa agak mewah begitulah kira.

Saya merasa perlombaan itu menyenangkan dan menambah pengalaman hidup, saya ingat masih ada satu perlombaan lagi yang belum selesai yakni pemilihan duta bahasa 2017. Disinilah cikal bakal saya untuk betul-betul memiliki niat ingin mengikuti lomba tersebut walaupun persiapan yang sangat terbatas.

 Tak lama kami merasa kenyang, duduk salah berdiri juga salah, tapi tidak masalah sekali-sekali, heheehe. Hingga akhirnya kami bergegas pulang dan meninggalkan tempat makan yang tak seberapa, tapi sayurannya enak sekali itu.

Saat waktu kosong saya selalu membaca poster duta bahasa tersebut berikut jadwal tes dan wawancaranya, saya langsung cari artikel-artikel kebahasaan dan terkait materi-materi duta bahasa juga mempersiapakan alat tulis seperti pensil 2B, penghapus, dan juga buku kosong.

Haripun berganti hingga tibalah di tahap penyisihan yakni tes ujian kemahiran bahasa indonesia (UKBI). Namun, dihari sebelumnya mendekati seleksi UKBI kami sudah dibuatkan group whatsapp oleh ibu eva sebagai panitia untuk memudahkan peserta duta bahasa mendapatkan informasi terkait persiapaan. Saya amati siapa saja peserta yang ada di group, saya cari info perorang melalui pelacakan dari media sosial mereka.

Sebenaranya saya hanya ingin tahu seperti apa prestasi mereka sebelumnya, tingginya bagaimana, dan asal perguruan tingginya. Hal ini sebagai bahan untuk mengetahui seperti apa saingan saya untuk merebut gelar duta bahasa 2017.

Hari tes UKBI dimulai seluruh pendaftar yang sudah masuk pendataan dan sudah dinyatakan sebagai peserta oleh panitia berkumpul digedung lembaga pejaminan mutu pendidikan (LPMP) yang beralamat di Jalan Jendral Gatot Subroto No. 44, Pahoman, Tanjung Karang Timur, Pahoman, Kota Bandar Lampung.

Kebetulan saya memakai pakain kemeja kuning bergaris-garis, celana bahan hitam, sepatu pantopel mengkilat, dan rambut kelimis serta wajah yang tak berminyak, penuh percaya diri. Saya bersama peserta lainnya memasuki ruangan LPMP terlebih dahulu melakukan registrasi ulang yakni mengisi absensi kehadiran dan mengumpulkan esai yang sudah ditentukan.

Saya berjalan langsung mencari tempat duduk sambil mengamati peserta ternyata ada beberapa peserta yang pernah diperlombaan yang sama, terkejut tidak. hanya hati saya berkata "Semoga saya bisa lolos termasuk mereka, agar saya bisa lebih mudah mengulang prestasi kembali, sebap kami pernah berlomba diacara lain sebelumnya pada tahun 2016 silam.

Saya duduk diposisi kursi urutan ke 5 dari depan dan dibarisan ke 3 dari samping kiri. Hal ini supaya cari aman agar tidak menjadi pusat perhatian lawan, sebap saat menuju tempat duduk ada yang mengenali saya. Mereka pernah menjadi peserta disaat saya dipercaya memandu acara kegiatan mahasiswa disalah satu kampus yang ada dilampung.

Tes UKBI dimulai soal ujianpun dibagikan panitia, jumlah soal sekitar 50 apa 100 soal kalau tidak salah yang jelas semua pilihan ganda yang dibagi beberapa bentuk soal, seperti kalimat S-P-O-K dan materi kalimat majemuk, imbuhan, ada pula soal listening dimana peserta fokus mendengarkan rekaman yang berisi percakapan yang menjebak, Saya rasa tes UKBI sebagian soal persis ketika anda tes toefl dan seperti ujian nasional matapelajaran bahasa indonesia.

Ujian kemahiran bahasa indonesia (UKBI) adalah salah satu cara untuk menyeleksi peserta untuk lolos ke tahap 50 pasang putera dan puteri. Dalaman soal UKBI tersebut yang wajib anda ketahui adalah fokus dengan soal dan isi dengan teliti berikut identitas diri secara jelas. Disini saya akan perjelasakan cara anda agar bisa lolos ditahap ini:

          (Gbr: Beberapa Finalis sedang diskusi dan saling menyampaikn ide)

A. Tips lolos di tahap UKBI

Jika anda membaca tulisan saya sampai selesai berupa pengalaman mengikuti duta bahasa, saya yakin anda akan mulus dan menang. Tapi tak bisa kita pungkiri usaha dan doa juga sangat mempengaruhi hasilnya ya teman. Langsung saja berikut tips lolos UKBI:

1. Ramah dan tersenyum

Point ini sangat penting yang harus kamu lakukan dari awal masuk ruangan. Coba anda buktikan nanti pada saat anda masuk dan melakukan registarasi data. Seluruh panitia kantor bahasa akan selalu memperhatikan gerak gerik anda, saat posisi berjalan dan juga duduk.

Ingata, yang patut kamu hindari adalah jangan sering pegang gawai (gawai itu android). Pasang wajah penuh keramahan dan selalu tersenyum kepada siapapun, saat senyum usahakan keluarin gigi jangan pelit. Teruslah konsisten dengan keadaan saya yakin pihak panitia akan kagum dengan kepribadian anda yang murah senyum.

2. Penampilan oke

Penampilan salah satu tolak ukur dari jati diri anda, terkadang sebagian orang menganggap sepele. Tek heran, jika banyak orang-orang salah menggunakan pakaian yang tidak sesuai tempat, waktu, dan acara. Perlu anda ketahui penampilan disinilah yang begitu nampak terlihat dan sebagai cerminan diri anda.

Untuk itu, sebagai masukan dari saya disaat waktu tes UKBI, pakaian untuk pria usahakan seperti kemeja lengan panjang ukuran pas badan Jangan terlalu kecil maupun sebaliknya, jangan lupa pakai dasi agar anda lebih rapih dan dapat mencuri perhatian panitia.

Sebaiknya pilih kemeja warna terang (warna merah, kuning, hijau, biru, hitam, dan putih) hindari jangan memakai pakaian berwarna abu-abu, secara umum abu-abu artinya tidak nampak atau tidak jelas, jika jurinya teliti anda akan dinilai sebagai orang yang tidak jelas.

Kemudian pakailah celan bahan berwarna hitam yang bersih, wangi, dan tidak lecek ataupun robek. Wajah jangan berminyak berikan bedak tabur (bedak bayi) agar terlihat keren, hindari bau ketek atau bau badan anda wajib pakai reksona juga wajib membawa parfum di dalam tas.

Hal ini menghindari anda saat berkeringat agar aromanya tidak berkeliaran. sabuk/ikat pinggang, pilihlah warna hitam yang masih bagus yang tidak rusak atau kusam seperti halnya sepatu pantopel yang terus dijaga kebersihannya.

Sedangkan pakaian untuk wanita seperti belezer, kemeja, dan rok menutupi lutut, celana bahan wanita juga bisa. Untuk rambut dirapihkan semenarik mungkin contoh saja pramugari agar lebih elegant dan menawan. begitu juga dengan yang berhijab tinggal menyesuaikan jangan sampai warna bertabrakan dan terlalu ramai pernak pernik aksesoris dibadan.

3. Yakin dengan diri sendiri

Disaat anda mengerjakan soal UKBI tak perlu anda tengok teman kiri kanan hanya untuk mencari jawaban hal tersebut belum tentu benar karena seriap orang memliki kode paket yang berbeda. Jika ada soal yang anda tidak mengerti ulangi dengan teliti, isilah jawaban sesuai hati nurani anda pada intinya adalah yakin anda pasti bisa.

Usahakan saat anda mengerjakan seluruh soal, perhatikan janagan samapai ada yang tidak terjawab. Semua wajib anda jawab tanpa alasan apapun, setelah selesai panitia akan datang menghampiri untuk mengambil lembar jawaban anda.

                 (Gbr: Pengumuman hasil tes UKBI 2017, dari 50 pasang hasbun doya diposisi ke 50 dengan skor terendah)

Setelah rangkaian tes selesai pihak panitia akan mmyampaikan informasi penting tentang tahapan selanjutnya, berdasarkan pengalaman saya tahun sebelumnya pengumuman 50 besar puter dan puteri (total 100 orang) akan di umumkan minggu depan melalui akun instagram duta bahasa provinsi lampung dan pihak kantor bahasa. Setelah beberapa hari sampai di waktu pengumuman, saya baca teliti dari tabel kategori putera urutan pertama sampai bagian tengah dimana jantung saya berdegung-degup merasa kecewa kenapa nama saya tidak muncul.

Sempat pusing dan galau lagi sambil terus saya baca sampai urutan terakhir peserta No. 50 putera atas nama Hasbun Doya dengan skor nilai paling rendah dari yang lain, tapintidak masalah yang penting satu tahapan terlewatkan dengan baik. disinilah urat kegembiraan saya muncul secara sepontan.

Alhamdulillah saya bisa lolos ditahap UKBI, tahukah anda UKBI adalah salah satu momok menakutkan dalam penyaringan peserta, bahagianya lagi dari ratusan peserta tersebut beberapa yang saya kenal akhirnya kandas dan saya melaju ketahap seleksi lainya. 50 besar putera dan puteri duta bahasa provinsi lampung 2017 langsung dibuatkan group whatsapp tersendiri dari panitia, lagi-lagi saya berusaha memantau siapa saingan saya untuk tahap ini.

Seleksi selanjutnya yaitu wawancara, ini patut kamu waspadai jangan sampai dianggap remeh. Mungkin anda berfikir karena anda tinggi, pintar bahasa inggiris, wajah pas-pasan, dan pernah menang diperlombaan lain, akan menjamin anda lolos hingga dinyatakan finalis, tidak !! soalnya banyak rekan saya yang tinggi dan semua mendukung, bisa gagal. Jadi fokuslah dengan sewajarnya. Wawancarapun dimulai, sebelumnya saya sudah persiapkan bagaimana tehnik dan etika yang baik saat kita di wawancara.

                   (Gbr: Ses Tanya jawab malam Grand final Duta Bahasa Provinsi Lampung 2018)

B. Tehnik wawancara

Berdasarkan pengalaman saya dari sejak perlombaan lain yang pernah saya ikuti dan dapatkan sangat mudah dan tak perlu khawatir. Cara ini akan saya bagikan dengan anda.

Berikut tehnik wawancara yang perlu anda ketahui:

1. Percaya diri

Percaya diri disini sangat memungkin perhatian anda kedewan juri. Jika anda tidak pede maka dewan juri akn lebih miudah untuk mencarinkelemahan anda, usahakan saat anda berbicara perhatiian kontak matanya jangan lirik kanan dan kiri yang penting fokus. Jadi, tak perlu takut yang penting santai penuh wibawa.

2. Penampilan perhatikan

Perlu kamu perhatikan terlebih dahulu penampilan anda, jangan sampai belum rapi. Pakaian formal lengkap dan jangan lupa pakai parfum biar tidak bauk ketek, takutnya dewan juri akan geleng kepala bahwa ada aroma yang tak biasa, hingga mereka tidak nyaman dan langsung menyuruh anda keluar heheh..

3. Ramah selalu

Bersikap ramah saat duduk dihadapan dewan juri, jangan kaku dan lepaskan semua beban tersenyum lebar sampai aura positif anda muncul bak sinar rembulan, hehehee..

4. Sopan santun

Sopan disini adalah ketika anda dipanggil giliran wawancara andanakan digiring ke ruangan khusus di lantai 2. Caranya sebelum anda masuk terlebih dahaulu ketok pintu, lalu ucapkan salam. Jangan masuk sebelum dewan juri mempersilakan, karena juri kali ini sangat menegangkan yakni langsung dari ketua kantor bahasa provinsi lampung ibu Dra. yanti riswara, M.Hum beliau sangat teliti dengan kepribadian para peserta dan sangat berpengalaman.

5. Jangan malu

Di sesi wawancara ini jangan pernah malu, karena anda akan disurih menjelaskan diri anda atau pengalaman hidup anda. Ini yang dinilai adalah kosa kata penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar, jadi berhati-hati saat anda berkata jangan mencampur adukan bahasa indonesia dengan bahasa alay, maupun bahasa asing, jangan terbata-bata usahakan lancar dan jelas dengaan artikulasinya. 

Disini anda akan ditanya tentang bakat atau kelebihan seperti menyanyi, menari, dan lainnya. Ikuti apa kata jurinya waktu zaman 2017, saya ditanya bakat. Sempat bingung juga akhirnya saya jawab "muanyak lampung bu", coba contohkan kata dewan juri. Langsung saya lakukan sekitar 2 menitlah. 

Akan tetapi semua rata-rata ditanya begitu makanya peserta lain ada yang menari, adapula yang bernyanyi khusnya cewek. Tapi hal yang perlu anda ketahui jika bernyanyi pilihlah lagu daerah lampung, ini merupakan strategi anda seolah-olah anda begitu paham tentang budaya lampung namanya cari amankan, hehehe..
Dari tahapan wawancara selesai maka akan diumumkan beberapa hari berikutnya melalu akun media sosial ikatan duta bahasa dan kantor bahasa provinsi lampung bahwa akan dikerucutkan menjadi 15 pasang finalis, selama menunggu hari pengumuman saya selalu berdoa penuh harapan agar syaa bisa lolos tahap wawancara ini.

Setelah pengumuman tiba langsung buru-buru cek media sosial tersebut, dan setelah keluar informasi unggahan terakhir pengumuman 15 finalis duta bahasa provinsi lampung 2017 dengan teliti saya baca dari awal urutan pertama sampai di urutan 10.

Sempat pesismis terasa sedih sampai mata saya melipir terus baca kebawah dengan No. 14 putera atas nama hasbun doya, lagi-lagi dengan skor paling rendah, tapi senangnya bukan main semabari ucapkan alhamdulllillah tahap kedua terlewati dengan sempurna.

Kenapa kami merasa bangga dan begitu senang karena saya rasa sudah melewati persaingan yang cukup ketat dan mampu mengalahkan teman-teman dari berbagai perguruan tinggi dilampung bahkan luar lampung, perlu kamu ketahui saingan diduta bahasa ini rata-rata sarjana bahkan ada yang mahasiswa pasca sarajana, walaupun saat itu sempat pesimis saya tidak akan menang.

Dihari berikutnya kami dikumpulkan pihak kantor bahasa untuk tehnical meeting sambil kenalan, luar biasa ternyata peserta finalisnya memiliki prestasi yang fenomenal.

Ada yang prestasi tingkat international, ada alumni pertukaran pemuda antar negara (PPAN), ada yang pernah lomba bahasa inggris sampai ke amerika serikat dan sudah pernah berkompetisi dibebera negara belahan dunia, termasuk juga ada dari jebolan duta-duta kampus yang berprestasi.

Namun, karena kami semua sudah dinyatakan finalis jadi aman, disini saya mulai mengatur strategi, tidak pernah ada kata minder dengan mereka walaupun prestasi saya sangat kurang, tak sebanding dengan mereka, maklumlah sayakan hanya pernah menjuarai lomba tingkat kampung ..hehehehee.

Kompetisi Mulai di Gaungkan 

Beberapa hari kemudian kami berkumpul diaula kantor bahasa untuk mempersiapkan malam grand final, termasuk koriografi dan bentuk posisi dipanggung.

Jangan heran ya teman jika anda berhasil ditahap ini, sebap anda akan bertemu finalis yang sok menajadi primadona, tidak mau bergabung, tidak mau berkomunikasi, sedikit cuek, bahkan saat istirahat dia akan membicarakan prestasi dan pengalamannya, termasuk saat berkomunikasi terkadang cas cis cus bahasa asingnya keluar dengan begitu pasih dan lancar.

 Pesan saya tenang, dan terbukalah dengan sesamanya. Tidak perlu menonjolkan kelebihan diri dihadapan sesama finalis, ingat pakailah ilmu padi semakin berisi, semakin merunduk.

Ada saatnya anda buktikan diwaktu malam grand final yang akan berhadapan langsung dengan tiga dewan juri dari ketua kantor bahasa, perwakilan dari majelis punyimbang adat lampung, dan perwalilan dari aparat pemerintahan dengan tiga pertanyaan langsung seperti kebahasaan, budaya lampung, dan pengetahuan umum.

Kita melaju ke Malam grand final yang diadakan di hotel emersia bandar lampung dengan sejumlah tamu undangan dari para duta mahasiswa yang ada dilampung, gubernur lampung, dan lainnya.

Sekitar pukul 12:23 WIB sehabis zuhur kami gladi bersih sampai selesai, kemudian kami pulang dan istirahat sambil mempersiapkan perlengkapan seperti baju andat lampung.

Pada saat malam grand final berlangsung diawali dari pembukaan dan sambutan dari para petinggi, kami sudah siap berada dieuang sebelah ballroom bisalah ada yang pura-pura menghapal materi yang tak berkesudahan adapula yang berfoto-foto maklumlah malam terakhir penentuan juara hehee..

Selanjutnya, kami dapat informasi dari panitian bahwa agar kami bersiap-siap untuk opening. Melipir kesamping lewat belakang panggung akhirnya posisi siap dan langsung dipersilahkan pembawa acarnya sembari tepuk tangan penonton begitu gemuruh, padahal pendukung saya paling sedikit dari seluruh finalis, sabar...sabar...

Taklama tibalah disesi tanya jawab banyak sekali kejadian-kejadian disini, ada yang tidak bisa menjawab ada yang terbata-bata, ada pula yang lancar dengan public spekingnya yang luar biasa tapi jawabanya gak nyambung, tapi sangat seru sebab pula peserta yang sangking geroginya setelah diberikan pertanyaan pertanyaan pertama dari dewan juri.

Beliau balik tanya "mohon maaf bisa diulangi pertanyaannya" disini letak kelcauan yang membuat situasi hening tak bersuara, ternyata jurinya dari majelis punyimbang adat lampung (MPAL) yang marah besar, dengan nada marah ia luangkan dan memberikan pencerahan para duta bahasa juga pihak penyelenggara.

"Jadi duta bahasa itu harus cerdas, cepat. Masa pertanyaan harus diulang, makanya fokus " dengan nada lantang beliau marah, semua terhening ibarat sinetron indosiar yang sedang posisi menegangkan hehehe, tapi taklama selesai pula, pihak MPAL juga minta maaf.

"Itu bukan berarti saya marah cuman begitulah logat orang lampung yang tegas dan lantang orang lain mengira marah" kata pihak MPAL.

Situasi sudah tidak kondusif lagi, dan itu menjadi trending topik selama sepekan yang selalu jadi bahasan serta candaan dalam ikatan duta bahasa provinsi lampung.

Saatnya nomor urutan saya dipanggil, saya berjalan sambil tersenyum dengan penuh percaya diri, sambil dihati saya mengucapan komat-kamit tanpa sadar ternyata doa sebelum makan yang saya baca, heeheheh..

Akhirnya bismillah mendekati mikrofon dan langsung ambil undian kertas. Perasaan agak gemetar wajarlah, Bayangkan dari tiga dewan juri tersebut masing-masing memiliki pertanyaan sendiri dan harus dijawab maksimal 60 detik dari satu pertanyaan.

Baik dimulai dari pertanyaan pengetahuan umum kalau tidak salah mengenai "Apakah yang harus dibenahi pemerintah agar pelayanan kepada masyarakat dapat terpenuhi, dan apa saran anda agar pelyanan tersebut berjalan baik?

Kurang lebih begitu pertanyaan kepada saya. Langsung saya jawaban dengan santai hingga selesai, lanjut pertanyaan mengenai kebudayan lampung.

"Apa yang anda ketahui tentang makna pengantin yang yang berjalan menaiki tangga dalam acara pernikahan adat lampung" alhamdulliah tenang lagi, langsung saya jawab dengan lantang dan tegas penuh wibawa.

Kemudian pertanyaan tentang kebahasan/kebangsaan yaitu "Diprovinsi lampung memiliki 7 tempat wisata berdasarkan keputusan gubernur lampung, sebutkan minimal 3 saja dan contohkan cara mpromosikannya dengan 1 kalimat yang baik" .

Pertanyaan ini terjawab dengan cepat, namun saat saya mempromosikan, malah langsung promosi seperti saat saya membawakan acara yang lebih sari satu kalimat hehehehe, lepas kontrol.

Oke saya langsung akhir dengan "Terimakasih" tepuk tangan begitu meriah kudengar dan kusaksikan tapi sayang hanya beberapa orang saja.

Sekitar Pukul 23:45 wib dewan juri rapat diruang khusus untuk menentukan pemenang, para finalis ada yang diam, ada yang ceria, ada pula yang merasa kesal kurang puas dengan jawaban saat diatas panggung.

Saya puas tidak puas yang penting sudah, dan waktunya berdoa semoga dapat hidayah. Sambil mengisi kekosongan acara dihibur oleh rekan-finalis ada yang bernyanyi lampung ada pula yang memainkan alat musik unjuk kebolehan dipanggung.

Sang Pemenang Keputusan Tuhan

Tak lama dewan juri datang membawa map hasil keputusan. Kami terdiam dan suasana henig sambil menyaksikan kepala kantor bahasa mengambil mikrofon dan mengumumkan pemenang diawali dari sepasang harapan II (Juara V) dan setelah diumukan untuk harapan I putera nama saya dipanggil.

Alhamdulillah dalam hati saya sambil mengambil posisi, hingga berlanjut kepemenang berikutnya.

     (Gbr: Pengumuman para pemenang Duta Bahasa Provinsi Lampung 2017)

Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT, orang tua, saudara, dan seluruh pendukung yang sudah mendoakan saya sehingga bisa mendapatkan posisi harapan I.

Banyak finalis yang kecewa kenapa mereka tidak juara, karena jika dilihat prestasi mereka sangat banyak dari tingkat provinsi, nasional, hingga international.

Sebagai informasi bagi anda dalam pemilihan duta bahasa bukan dinilai dari satu aspek saja, melainkan juamlah skor nilai saat tes UKBI ditambah skor tes wawancara, dan ditambah esai 500 kata yang kita kumpulkan, hingga pertanyaan malam grand final.

Itulah skor yang terlihat sekebihnya penampilan, etika, dan kepribadian. Jika ingin aman buat esai hasil sendiri dan rangkai sendiri, agar dapat menambah nilai skor anda. Setelah acara selesai biasalah foto-foto bersama biar keliatan kompak.

Kesimpulannya adalah beberapa hal yang perlu anda perhatikan yakni tetap berfikir positif, tanamkan kepada diri anda bahawa saya bisa, yakin, dan harus punya target menang.

Jangan pernah meremehkan oranglain, jangan pernah merasa paling pintar, tetapi berbaurlah dengan mengikuti permainan tanpa membuat prilaku atau tingkah yang aneh.

Tapi semua finalis duta bahasa angakatan 2017 alhamulillah aman dan baik semuanya heheheee..

Sungguh pengalaman yang tak terlupakan selama mengikuti duta bahasa bersama rekan seangkatan 2017, hingga akhirnya pada malam grand final tanggal 14 april 2017 lalu saya dinobatkan sebagi Harapan I putera Duta Bahasa Provinsi Lampung 2017 di emersia hotel bandar lampung.

Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk anda agar bisa berpacu dalam melodi sebagai bahan persiapan untuk bergabung bersama kami di ikatan duta bahasa provinsi lampung dalam acara pemilihan duta bahasa provinsi lampung 2018. Sampai jumpa dipengalaman saya berikunya ya..Salam Bahasa, Tabikpunn !!

Baca Juga:
1. Panduan Cara Menang di Pemilihan Muli Mekhanai Provinsi Lampung
2. Cara Menang di Pemilihan Duta Museum, Berikut Panduannya
3. 4 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Ikut Pemilihan Duta Bahasa
4. Cara Lolos Menjadi Finalis Duta Bahasa, Hingga Ke Tahap Akhir
5. Cara Menang di Pemilihan Duta Bahasa

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel