Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pekan Bahasa dan Makna Slogan Duta Bahasa

Pekan bahasa salah satu program pengembangan, pembinaan, dan perlindungan bahasa dan sastra Indonesia oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui balai dan kantor bahasa di seluruh Indonesia. 

Mengikuti kegiatan pekan Bahasa menyenangkan. Pekan Bahasa salah satu upaya agar masyarakat terlibat aktif mengenali balai/kantor bahasa, serta menjaga sikap positif dan apresiasi masyarakat terhadap bahasa dan sastra Indonesia.

Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu tinggi. Negara Indonesia memiliki keragaman, salah satunya dari bahasa. Sehingga bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang harus di junjung. Mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia sangat penting baik pada kegiatan pemerintahan sampai pada lingkup organisasi kemasyarakatan. 
Pekan bahasa merupakan kegiatan yang menarik dalam upaya pembinaan sastra Indonesia. Kantor bahasa Provinsi Lampung, berkesempatan menjadi tuan rumah pada pekan bahasa Se-Sumatra 2017. Kegiatan tersebut akan berlangsung di Hotel Emersia Bandarlampung, pada 17-21 Juli 2017. 

Menariknya terdapat berbagai perlombaan pada Pekan Bahasa 2017, acara tersebut akan diikuti para pelajar Se-Sumatra. Kegiatan perlombaan pada pekan Bahasa se-Sumatra 2017, yaitu:
  • Lomba Mengajar bagi Guru SD;
  • Lomba Mewara bagi Pegawai Pemerintah dan Swasta;
  • Lomba Pidato Bahasa Indonesia bagi Siswa SLTP;
  • Lomba Debat Bahasa Indonesia bagi Siswa SLTA;
  • Lomba Cerdas Cermat Bahasa dan Sastra Indonesia bagi Siswa SLTA;
  • Temu Duta Bahasa dalam Forum Diskusi Terpumpun; dan
  •  Temu Wartawan dalam Forum Diskusi Terpumpun.
Ikatan duta Bahasa Se-Sumatra akan berkumpul dan berdiskusi dalam kegiatan pekan Bahasa 2017. Sebagai upaya bagi generasi muda untuk mendukung dan perlindungan bahasa dan sastra Indonesia. Acara berlangsung selama 5 hari, dengan meriah. 

Makna Slogan Duta Bahasa

Ikatan Duta Bahasa memilki slogan yaitu: utamakan Bahasa Indonesia, lestarikan Bahasa daerah, dan kuasa Bahasa asing. Maka Bahasa Indonesia harus menjadi Bahasa utama sebagai Bahasa persatuan Indonesia. 

Kemudian melestarikan Bahasa daerah, karena Bahasa daerah tergolong Bahasa Ibu, khususnya bagi masyarakat yang lahir di daerah. Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki bahasa daerah yang kaya dan beragam, bahasa Indonesia sebagai bahasa Melayu tinggi yang telah disempurnkan untuk alat komunikasi masyarakat Indonesia. 

Kuasai bahasa Asing, bukan berarti mengutamakan bahasa Asing di negara Indonesia. Namun bahasa asing mesti dikuasai agar dapat bersaing dalam kemajuan zaman, tanpa menghilangkan bahasa yang paling utama ialah Bahasa Indonesia. Sehingga dalam penggunaan Bahasa harus sesuai pada tempat dan kondisinya. 

Pada kegiatan pekan bahasa memberikan  pengetahuan dalam hal pengembangan, pembinaan, dan perlindungan bahasa dan sastra Indonesia. Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan Indonesia yang harus di utamakan sesuai pada Sumpah Pemuda, yang diperingati pada setiap 28 Oktober. 

Nah, generasi Indonesia harus mengutamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan diguankan di ruang publik, tanpa menghilangkan Bahasa daerah, dan menyampingkan Bahasa Asing. 

Sehingga dalam menggunakan Bahasa, ialah: Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing. Sehingga berkomunikasi harus sesuai dengan tempat dan kondisinya.