5 Langkah Menghadapi Krisis Keuangan, Begini Caranya !

Hasbundoya.com - Masalah keuangan selalu datang tak terduga. Walaupun sudah terbiasa menyisihkan sedikit uang dan mengatur kebutuhan dengan baik tapi namanya krisis ekonomi terkadang muncul tiba-tiba dan tidak dapat dihindari oleh setiap orang. Ketika hal buruk datang misalnya habis kontrak kerja, PHK, bisnis gulung tikar, sakit, bahkan kecelakaan diluar dugaan manusia. Akan tetapi, jika kita selalu memiliki persiapan finansial maka krisis keuangan dapat teratasi.

Mengantisipasi pengeluaran sehari-hari dengan hidup hemat saja, terkadang masih kurang efektif dalam mengahadapi krisis keuangan. Perlunya melakukan banyak persiapan dan mempertimbangkan solusi dengan jangka panjang yang matang. Untuk itu, apabila terjadi krisis keuangan sebaiknya anda terapkan cara sederhana berikut ini:

5 Langkah Menghadapi Krisis Keuangan

Mengelola uang merupakan langkah yang bersifat krusial. Artinya setiap pendapatan perlu dilakukan pengelolaan yang optimal, dan terencana secara konsisten. Solusi ini bukan hanya berlaku kepada orang-orang yang memiliki sumber penghasilan yang tinggi. Sebesar apapun pendapatan anda maka lakukan 5 langkah ini supaya keuangan anda tertata dengan baik.

1. Maksimalkan Tabungan Anda

Langkah utama adalah memaksimalkan tabungan yang bersifat likuid. Dimana tabungan yang bersifat jangka pendek sebagai aset yang dapat anda gunakan dan dapat dicairkan dalam waktu cepat. Walaupun nilainya tidak banyak, namun tidak semua tabungan yang bersifat likuid dijual dengan mudah.

Maksud tabungan likuid ialah aset pegangan misalnya uang kontan, tabungan bank, cek, deposit, reksadana, dan jenis obligasi lain milik anda pribadi. Untuk tabungan likuid yang bersifat secara umum seperti uang kontan, cek, dan tabungan anda yang ada di bank. Tabungan ketiga jenis ini memiliki resiko terhadap pengurangan daya beli.

Maksudnya inflasinya tidak bisa bertahan sesuai waktu, dimana nilai atau jumlah uangnya bisa saja berkurang. Berkurangnya nilai ini dikarenakan terjadinya kenaikan inflasi atau harga barang yang sudah tinggi dan berbeda dari sebelumnya.

Sehingga jumlah uang yang akan dicairkan nantinya akan mengalami penurunan sesuai persentase yang sudah ditentukan.
Kelemahan menyimpan tabungan yang bersifat likuid merupakan kegiatan menabung yang kurang bijak secara financial karena memiliki resiko penurunan daya jual setiap waktu.

2. Susunlah Anggaran yang Tepat

Menyusun anggaran yang baik bukan hanya berlaku bagi perusahaan besar dengan pendapatan yang besar. Sebenarnya mengelola keuangan merupakan cara yang dapat dilakukan siapa saja. Supaya dalam mengelola keuangan dapat tertata dengan baik. Begitupun jika sudah rumah tangga harus mampu menghitung pengeluaran dan pendapatan yang tepat.

Ketika terjadi krisis ekonomi banyak orang mengambil langkah yang instan dengan cara berhutang tanpa berfikir resiko yang akan menyulitkan langkah, dan fikiran, yang akan berdampak pada kesehatan. Salah mengambil langkah dalam mengatur keuangan, akan berdampak fatal untuk keuanangan pribadi maupun keluarga.

Bagaimanacara mengahadapi krisis keuangan agar tidak terjerat pada hutang, berikut tipsnya:

  • Catat pengeluaran dan pemasukan secara konsisten
  • Catat semua jenis pengeluaran secara detail
  • Amati persentase pendapatan dengan pengeluaran
  • Evaluasi pendapatan setiap bulan dan sharing dengan keluarga bagi yang sudah berumah tanggga
Stabil dalam mengelola keuangan membuat diri terbiasa hingga disiplin. Banyak manfaat yang anda rasakan terutama merealisasikan anggaran keuangan dapat meminimalkan adanya pengeluaran yang tidak perlu, mengetahui kebutuhan yang paling diprioritaskan setiap hari, dan mampu menjaga anggaraan agar selalu sedia setiap saat.

3. Kontrol Pengeluaran Bulanan

Jika tidak mengontrol pengeluaran bulanan maka kebutuhan utama seringkali tidak terpenuhi. Kebanyakan salah mengatur keuangan akan terasa disaat kebutuhan lain tidak bisa tercukupi, dimana anggaran dalat terbuang sia-sia pada hal-hal yang bukan prioritas. Membuat rencana anggaran setiap bulan berguna dalam mengontrol baik pengeluaran dan pemasukana setiap bulan.

Jangan lupa tetap atur anggaran keperluan kebutuhan prioritas utama, belanjakan uang seadanya, daftar belanja perlu dibuat supaya tidak kelabasan membeli barang-barang yang tidak terlalu penting, pisahkan uang untuk keperluan tambahan misalnya untuk kondangan, untuk bersenang-senang, sedekah/membantu sesama dalam kegiatan amal dan sosial.

4. Kelola Tagihan dengan Teliti

Kebutuhan primer meliputi semua bentuk tagihan misalnya bayaran listrik, PDAM, Wifi/kuota bulanan, uang sampah, belanja kebutuhan pokok bulanan yang mesti wajib dilakukan. Jika salah dalam mengelola berbagai jenis tagihan maka terkadang akan telat membayar tagihan, sehingga dikenai denda, maka membayar tagihan pun cukup lumayan.

Pikir-pikir dan dianalisa dulu untuk mengambil cicilan bulanan yang lebih besar. Misalnya pengeluaran cicilan kendaraan mobil atau motor sebagai alat untuk bekerja. Tapi pertimbangkan dengan matang akan dana angsuran bulannya karena sifatnya konsisten. Jika telat bayar akan sangat beresiko. memiliki kendaraan bukan karena alasan untuk bergaya, karena gengsi, tapi lihat dulu pendapatan bulanan anda apakah sesuai atau tidak.

Mengatur pemeriksaan berbagai jenis tagihan usahakan dipertengahan bulan (2 Minggu sekali) tujuannya supaya menjadi pengingat agar tidak kebablasan atau lupa tanggal jatuh temponya. Harus membuat jadwal pembayaran beberapa hari sebelum jatuh tempo. Misalnya 2 hari sebelumnya dana sudah ditangan.

5. Tetap Investasi

Investasi perlu dilakukan, anda bisa membagi jenis investasi jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Perlu anda memahami 3 bagian investasi tersebut. Misalnya membuat tabungan jangka pendek yang bisa dipakai sebagai dana pengganti, kebutuhan dana mendesak, dan kebutuhan tak terduga. Semuanya akan berguna sesuai kondisi tergantung arah kegunaanya kedepan.

Sebagai saran untuk investasi bisa berupa uang untuk jangka pendek, atau berupa barang jangka menengah, dan berupa tabungan emas, atau properti untuk simpanan jangka panjang. Emas, tanah atau berupa bangunan rumah adalah tabungan andalan dalam mempertahkan inflasi. Tapi agar lebih ringan usahakan menabung emas yang mudah untuk dicairkan. 

Simpanan tersebut dapat menopang apabila terjadi krisis ekonomi/keuangan. Kita tidak pernah tahu kondisi ekonomi kedepan. Artinya apabila terjadi suatu hal menyangkut keuangan maka anda bisa memanfaatkan tabungan tersebut dengan baik. Sehingga finansial anda bisa teratasi dengan baik.

Itulah informasi mengenai cara mengatasi krisis keuangan yang sederhana. Setiap orang memiliki hak dan cara tersendiri dalam mengelola keuangan sesuai dengan kemampuan. Paling penting adalah tetap menabung dan terus berprilaku hidup hemat, terkadang gaya hidup yang tidak baik membuat diri kita tidak sadar akan finansial kedepan hingga bersikap berleha-leha tanpa berfikir panjang.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel