Pesan Bagi Dosen Killer dan Tips Mahasiswa Menghadapinya

Hasbundoya.com - Dunia kampus memang memiliki kesan tersendiri bagi mahasiswa. Sebagai wadah menimba ilmu untuk mewujudkan mimpi dan harapan. Bagi yang pernah menjadi mahasiwa tak semuanya memiliki pengalaman yang menyenangkan, terkhusus bagi mahasiwa yang tengah menyelesaikan studi di tahap akhir.

Pada awal masuk sebagai mahasiswa mungkin terasa senang, memiliki teman baru, suasana baru, ilmu dan pengalaman yang beragam. Namun seiring berjalannya waktu kesibukan didunia kampus kian bertambah. Belum lagi para mahasiwa akan disibukan dengan urusan skripsi dan tugas akhir lainnya.

Tipe dosen yang akan dihadapi mahasiwa beragam karakter, ada yang masa bodoh dengan mahasiswa, ada yang bertanggung jawab, ada pula yang sulit untuk ditemui.

Berbeda hal nya dengan mahasiwa yang mendapatkan pembimbing dosen baik, tanggung jawab, disiplin kerja yang tepat alias mudah ditemui di kampus.

Pesan Untuk Dosen Killer Mempersulit Mahasiswa

Bapak/ibu dosen yang begitu mulia, coba lihat perjuangan mahasiwa di kampus. Mereka dilepas oleh orang tua mereka dari berbagai latar belakang. Mungkin bapak/ibu pernah merasakan hal serupa, walaupun sebagian beranggapan harus terus berusaha dan berjuang tapi mereka pun pasti sudah melakukannya.

Tidak ada mahasiswa yang tidak berusaha, tidak ada mahasiswa yang ingin berlama-lama dikampus. Mereka ingin cepat selesai dan mempersembahkan toga untuk kedua orang tuanya. Bayangkan jika bapak/ibu dosen sebagai pembimbing yang selalu susah ditemui, susah komunikasi dengan mahasiwa, hingga studi mereka lama bertahun-tahun tidak selesai.

Apakah bapak/ibu tidak berfikir, bagaimana perasaan dan keadaan orang tua mereka dirumah? Mereka menanti anak-ankanya selesia studi, dan menunggu info terbaik dari anak-anaknya sudah bekerja diberbagai perusahaan. Tolong... Jangan persulit mahasiswa.

Kasianilah para mahasiwa yang menunggu bimbingan, konsultasi tugas-tugas mereka. Waktu habis karena mereka susah menemui dosen pembimbingnya. Coba bayangkan, jika dalam perjalanan mereka menyelesaikan studinya yang begitu menyukitkan, tiba-tiba orang tua mereka meninggal dunia? Hati siapa yang tidak sakit?..

Bapak/ibu.. semua dosen pernah merasakan pengalaman menjadi mahasiwa berbeda-beda. Tapi tolong, jika bapak/ibu pernah merasakan kesulitan dalam menyelesaikan studi, jangan diterapkan kepada mahasiwa/i saat bapak/ibu sudah menjadi dosen.

Terapkanlah kinerja yang bagus, berikan sistem yang baik, tak mesti harus menerapkan kesulitan yang pernah bapak/ibu rasakan kala itu.

Buatlah contoh yang baik, saat mahasiswa ingin bimbingan skripsi/tesis, tugas, dan sebagainya. jangan menghindar. Jangan lepas tangan. Itulah kewajiban bapak/ibu memberikan arahan, memberikan masukan, membimbing dengan cara yang benar.

Mereka menanti komunikasi dengan bapak/ibu agar mendapatkan bimbingan. Mereka punya target ingin cepat selesai. Jangan mempersulit mahasiswa karena itu akan berdampak pula terhadap diri bapak/ibu. Sangat prihatin mendengar keluhan mahasiswa yang sedih dan putus asa karena susah menemui dosennya.

Mereka bersedih, mereka seperti kehilangan harapan. Masalah seperti ini membuat mahasiswa lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain. Mereka akhirnya malas untuk menemui dosen, mengurusi perkuliahan, dan sampai ada yang memutuskan untuk berhenti.

Mempersulit orang lain akan jelas berdampak terhadap diri kita. Kita tahu bahwa merkea termasuk dalam orang yang terania. Doa orang teraniaya dengan sedih itu makbul..!! Kita tidak mengetahui macam-macam kalimat yang keluar dari mulut mahasiwa yang merasa kesal dengan dosennya.

Coba bapak/ibu renungkan saat mengajar dikelas atau saat bapak/ibu bertemu mahasiwa anda. Lihat dan tatap mata mereka, mereka menaruh besar harapan dengan bapak/ibu untuk membimbing dan menerima arahan mereka dengan baik.

Mereka memiliki target kedepan, dimana setelah lulus mereka ingin berkarya, mencari pekerjaan, berwirausaha, bahkan menikah. Jangan sampai urusan kampus membuat mereka putus asa hingga mengubur mimpi-mimpi mereka. Mohon kesadaran diri, rangkul mahasiwa dengan ilmu, berilah motivasi, dan kesan yang baik karena itu akan berefek selamanya.

Tips Mahasiswa Menghadapi Dosen Killer

Anda sebagai mahasiswa yang merasa dipersulit oleh dosen, jangan menyerah teruslah berjuang penuh kesabaran. Anda harus percaya banyak jalan menuju roma, artinya masih banyak cara anda untuk menghadapinya. Jangan pernah takut dengan cara dosen anda membimbing walaupun terasa sulit dan mengesalkan.

Percayalah anda harus bersabar dan terus berusaha semaksimal mungkin. Sekarang anda tidak perlu merasa cemas, takut, gelisah, dan putus asa. Untuk melancarkan urusan kampus anda bisa mengikuti tips berikut ini sebagai salah satu solusinya:

1. Segera laporkan ke Pimpinan

Kamu mendapatkan pembimbing dosen yang killer dan susuah untuk dihubungi, bahkan komunikasi pun selalu susah. Silahkan anda datang keruang dekan. Ceritakan apa yang anda rasakan, bila perlu anda konsultasi dengan staff dan dosen lainnya, biar dosen killer anda diberikan teguran oleh atasan.

Selan itu, supaya dosen lain bisa berkomunikasi terkait sikap profesionalitas dalam membimbing mahasiswa. Biasanya ketika anda sudah konsultasi dengan pihak Ketua Jurusan (Kajur) di Prodi maka akan lebih mudah mendapatkan solusinya. Tinggal ikuti saja instruksi dari Kajur anda.

2. Ganti Dosen Pembimbing

Jika berbagai upaya sudah dilakukan dalam menghadapi dosen killer, maka segera minta bantuan Kajur atau dekan untuk seger mengganti dengan pembimbing yang lain. Jangan sampai buang-buang waktu berharap bimbingan dengan dosen killer tersebut.

3. Konsultasi ke Pembimbing Akademik

Konsultasi ke pembimbing Akademik (PA) adalah cara tepat bagi anda untuk mencurahkan segala permasalahan yang anda hadapi di kampus. Jangan sungkan dan takut untuk selalu berkomuniasi megenai permasalahan anda dikampus.

Karena dosen pembimbing akademik akan memberikan solusi untuk mengatasi masalah anda, namun jika pembimbing akademik anda yang killer segera laporkan ke dekan.

4. Musyawarah BEM

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) adalag salah satu tempat untuk menampung aspirasi mahasiwa. Dimana kepengurusan Bem nantinya akan menindaklanjuti perihal apa yang dikeluhkan mahasiwa. Jadi anda tak perlu merasa takut untuk menceritakan ketidaknyamanan anda terhadap kampus terutama dalam menghadapi dosen killer.

5. Gelar Aksi Demo

Bila dari pihak atasan di fakultas yakni dekan dan para dosen lainnya tidak memberikan solusi terkait permasalahan anda di kampus maka silahkan gelar aksi demo. Aksi ini guna menyalurkan aspirasi mahasiwa agar langsung didengar oleh pihak kampus.

Aksi demo dapat memberikan efek jera terhadap para dosen yang selalu menyulitkan mahasiswa. Dalam mengelar aksi silahkan bawa spanduk dengan tulisan yang singkat, padat, dan tetap dalam etika yang baik serta atribut lainnya.

Dosen killer, pelayanan yang lambat, dan hal lain yang menghambat proses belajar mengajar mahasiswa di kampus memang sangat merugikan. Tak heran jika sebagian mahasiswa melakukan kekesalan dengan berbagai cara sampai melawan dosen yang dianggap killer bagi mahasiswa.

Mungkin inilah salah satu pengalaman saat menjadi mahasiswa. Di php oleh dosen, lambatnya birokrasi kampus, dan sebagainya. Namun jika anda yang masih berstatus mahasiswa dan merasakan masalah yang sama, tak perlu khawatir. Silahkan lakukan tips diatas agar bisa mendapatkan solusi yang terbaik.

Nah, sahabat mahasiswa teruslah berjuang. Kalian masa depan bangsa, kalian generasi penerus dan harapan untuk membangun negeri ini kedepannya. Jangan patah semangat, lakukan yang terbaik dan wujudkan impian anda secepat mungkin. Salam mahasiswa, kalian luar biasa !!.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel