Contoh Pribahasa Lampung Dialek A dan O Beserta Arti dan Maknanya

Hasbundoya.com - Pribahasa adalah Kalimat ringkas yang padat, berisi berbagai macam nasehat,  perbandingan dan perumpamaan sebagai prinsip hidup. Pribahasa memiliki arti kias yang khusus.

Pribahasa Lampung menggunakan tatanan bahasa baku, yang jelas sangat berbeda dengan penggunaan bahasa seperti pada pantun nasehat, pantun jenaka, pantun cinta, dan sebagainya.

Pribahasa Lampung juga berkaitan mengenai sikap, tingkah laku atau perlakuan setiap manusia didalam tatanan kehidupan. Pribahasa lampung pada umumnya memiliki makna yang hampir sama, hanya saja terletak pada kosa kata yang digunakan yang menggunakan Bahasa Lampung.

Contoh Pribahasa Lampung dan Maknanya

Untuk memahami seperti apa pribahasa lampung, maka anda wajib menyimak beberapa contoh dibawah ini. Diketahui bahasa lampung sendiri terdiri dari dua dialek yakni A dan O. Ini sudah jelas memiliki letak perbedaan pada kosa katanya saja tapi artinya sama.

Adanya 2 dialek bahasa yang digunakan masyarakat lampung dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk dalam penggunaan pribahasa yang sangat beragam dari kedua dialeknya, yang jelas keduanya punya ciri khas masing-masing.

Untuk lebih jelas mari kita simak contoh pribahasa lampung dialek A dan O berikut ini: (Baca juga: 5 Perbedaan Masyarakat Lampung Sai Batin dan Pepadun)

Contoh 5 Pribahasa Lampung Dialek A:

1. Nginjan way bakai liyung, artinya: (Mengambil air pakai sejenis bakul anyaman rotan), Maknaya: pekerjaan yang sia-sia.

2. Mena miang jak bajang, artinya:(duluan tua dari pada muda), Maknanya: masih kecil tapi perangai seperti orang sudah dewasa.

3. Lain sai bulayar lain sai mabuk, artinya: (Lain yang berlatar lain pula yang repot), Maknanya: Orang lain yang menjalankannya , tapi malah dia yang sibuk ngurusin orang.

4. Culuk culuk tikus, keriloh keriloh tikus. Artinya: (Tanga tangan tikus, Prilaku prilaku tikus), Maknanya: Tangan dan perangai tidak baik persis dengan tukang curi.

5. Mesakik yagi sanak, butuah turun tuha. Artinya: (Susah dari kecil, beruntung pas dewasa), Maknanya: sejak kecil hidup sudah, setelah dewasa jadi sukses.

Contoh 5 Pribahasa Lampung Dialek O:

1. Akik pakkal no mak mettegh,
Artinya: (Pangkal buahnya nya aja belum matang), Maknanya: anak yang tua saja belum berhasil, apalagi yang bungsu.

2. Nungguk apui lem taneh, pagun kenahhan asek, Artinya: (Hidupkan api dalam tanah, masih terlihat asap),
Makna : sedalam apapun menyimpan rahasia, pasti akan tercium juga.

3. Gelik wai gelik asahan, sekin mak munih tajem, Artinya: (Habis air habis asahan, pisau tak juga tajam),
Maknanya: Habis semua usaha tetapi sia-sia.

4. Kacak matei mandei ghah, jak ughik keno jajah, Artinya: (lebih baik mati mandi darah, dari hidup yang terjajah), Maknanya: Tidak mau hidup dibawah belenggu orang lain.

5. Mak pateh lamun lemeh, mak pegat lamun kendur, Artinya: (Tak akan patah jika lemah, tak akan putus jika kendur), Maknanya: jangan mengumbar keberanian, suatu saat bertemu dengan yang lebih dari kita.

Ulun lampung pada zaman dahulu juga sangat aktif dalam berkreasi mengenai adat dan budaya. Maka dari itu, orang lampung juga sangat kental dengan tradisi yang hingga saat ini masih terjaga. Termasuk puisi lama bahasa lampung yang dikenal dengan pepaccuh, hahiwang, pattun, segata, sasikun, dan lain sebagainya.

Itulah 5 contoh masing-masing pribahasa lampung dialek A dan O. Pribahasa lampung tersebut tak ubahnya seperti pribahasa lainnya yang beriisi nasihat untuk orang lain. Pribahasa lampung memang selalu muncul apabila terjadi sesuatu hal yang menyalahi aturan atau merugikan orang lain.

Demikian 5 contoh pribahasa lampung diatas dari masing-masing dialek. Sebenarnya masih banyak kalimat pribahasa dalam bahasa lampung. Ke lima pribahasa diatas hanya sebagai contoh agar bisa menjadi rujukan anda dalam memahami budaya lampung atau keperluan tugas studi lainnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel