Adat Budiker, Ragam Seni Budaya Bagi Masyarakat lampung


Hasbundoya.com - Seni budaya lampung sudah sepatutnya kita ketahui bersama dan dilestarikan dalam kehidupan ini, jangan sampai kebudayaan lampung mengalami kepunahan. Seperti halnya kesenian asli daerah lampung yang saat ini sudah mulai tersingkirkan oleh zaman yakni Seni Budiker. Adat budiker yang masih ada sering dijumpai di kabupaten pesisir barat khususnya daerah pugung.

Budaya budiker sering dilakukan saat acara pernikahan dan acara maulid nabi muhammad saw, yang dilakukan oleh bapak-bapak lanjut usia, tak terlihat sedikitpun pemuda yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Saya pribadi merasa prihatin dengan seni budaya budiker. jika tidak ada partisipasi pemuda, rasa takut akan kehilangan budaya sangat menghantui.

Diketahui budiker ialah seni budaya yang sangat unik, biasanya budiker ini dilakukan menggunakan tabuhan rebana dengan iringan lagu yang diambil dari ayat al-qur'an. Bagi yang belum terbiasa, setiap yang menyaksikan akan merasa pening dengan lantunan nyanyian dengan suara bernada tinggi sembari pukulan rebana yang begitu kuat.

Jika dilihat dari kondisi masyarakat sekitar yang memiliki kesenian ini, tak jarang masyarakat tersebut memberikan pengajaran kepada generasi muda. Hal ini dibuktikan, setiap acara budiker berlangsung yang tampil tidak pernah berubah dan orangnya juga tidak pernah ganti. Karena budaya budiker ini dianggap salah satu seni paling susah, rumit, dan harus ekstra dengan perpaduan dari ketukan rebana yang dimainkan. Hingga menyebapkan pemuda enggan untuk mempelajarinya.

Untuk itu, dengan adanya artikel tentang budiker ini, saya berharap masyarakat bisa memahami agar bisa mempelajari budaya ini. Sebap, jika budiker ini tidak kita lestarikan maka eksistennya akan berkurang hingga tidak ada yang mengenali. Mungin ini yang terjadi jika kita tidak peka dalam pemahaman budaya budiker.

Oleh karena itu, saya selaku duta pariwisata kabupaten pesisir barat menghimbau kepada seluruh masyarakat khusunya di kabupaten pesisr barat, agar dapat memahami secara detail terkait budaya dan pariwisata yang ada. Foto: tim @kruimotret

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel